Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Biadab! Pengawal Ambulans Penjemput Jenazah Dikeroyok dan Diperas Preman di Sedati

×

Biadab! Pengawal Ambulans Penjemput Jenazah Dikeroyok dan Diperas Preman di Sedati

Sebarkan artikel ini

SURABAYA || JDN – Aksi premanisme jalanan kembali mencoreng keamanan di wilayah Jawa Timur. Naiman, seorang warga Kabupaten Sampang, dilaporkan menjadi korban dugaan pemerasan dan pengeroyokan saat sedang menjalankan misi kemanusiaan mengawal ambulans penjemput jenazah di kawasan Sedati, Sidoarjo.

​Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban bersama rombongan bertolak dari Sampang menuju Bandara Internasional Juanda. Di tengah perjalanan, laju kendaraan mereka dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga kerap melakukan aksi premanisme di wilayah tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku menghentikan rombongan secara ilegal tanpa kewenangan yang sah. Suasana berubah mencekam saat para pelaku mulai melontarkan makian tidak senonoh yang berlanjut pada tindakan kekerasan fisik secara bersama-sama (pengeroyokan) terhadap Naiman.

​Tidak berhenti di situ, dalam kondisi tertekan dan terancam, korban diduga dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp3.000.000. Para pelaku mengancam akan terus melakukan pemukulan jika permintaan uang keamanan tersebut tidak segera dipenuhi.

​Padahal, saat itu Naiman sedang bertugas memastikan kelancaran ambulans yang akan menjemput jenazah untuk dibawa pulang ke rumah duka di Sampang.

​Tak terima atas perlakuan semena-mena tersebut, Naiman secara resmi telah melaporkan insiden ini ke Polda Jawa Timur. Langkah ini diambil guna menuntut keadilan serta memberikan efek jera bagi para pelaku premanisme yang meresahkan masyarakat.

​Kasus ini pun memicu reaksi keras dari organisasi kemasyarakatan MADAS Sedarah. Tim dari organisasi tersebut turun langsung melakukan pendampingan hukum terhadap korban dan berjanji akan mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.

​“MADAS Sedarah mengecam keras segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat, terlebih dalam situasi duka seperti ini. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga melukai nilai kemanusiaan,” tegas perwakilan MADAS Sedarah dalam keterangannya.

​Pihak MADAS Sedarah mendesak aparat penegak hukum, khususnya penyidik Polda Jawa Timur, untuk bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap seluruh oknum yang terlibat.

​“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap seluruh pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Jangan beri ruang bagi praktik premanisme di Jawa Timur,” tambah perwakilan organisasi tersebut.

​Kini, publik menanti ketegasan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang mencederai nilai kemanusiaan ini, sekaligus memastikan jalur menuju fasilitas vital seperti Bandara Juanda bersih dari praktik pungutan liar dan kekerasan jalanan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *