SUMENEP || JDN – Personel Polsek Gapura jajaran Polresta Sumenep bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait ditemukannya seorang pria paruh baya dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya, Dusun Longos, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jumat (7/8/2026).
Korban diketahui berinisial M (73), seorang petani setempat. Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sekitar pukul 05.00 WIB. Pihak kepolisian menerima laporan dari perangkat Desa Longos pada pukul 09.30 WIB, di mana Kapolsek Gapura bersama anggota langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung mengamankan area dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sumenep serta tenaga medis dari Puskesmas Gapura untuk mengumpulkan petunjuk faktual.
”Petugas di lapangan langsung melakukan olah TKP awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun kronologi peristiwa secara akurat,” ujar pihak kepolisian dalam keterangannya.
Dari hasil pemeriksaan medis awal serta keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh. Berdasarkan indikasi awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri.
Meskipun terdapat dugaan awal, kepastian penyebab kematian tidak dapat dikonfirmasi secara medis komprehensif. Hal ini disebabkan pihak keluarga secara resmi menolak dilakukannya tindakan visum et repertum maupun autopsi.
Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan resmi dan menyatakan menerima peristiwa ini secara ikhlas sebagai musibah. Keluarga juga memastikan tidak akan menempuh jalur hukum atau mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun di kemudian hari.
Menyikapi kejadian tersebut, Polresta Sumenep menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memberikan imbauan penting kepada masyarakat luas.
Kepolisian mengajak warga untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi psikologis serta kesehatan mental anggota keluarga, terutama mereka yang sedang mengidap penyakit berkepanjangan atau berada dalam tekanan hidup.
Kepolisian menekankan pentingnya meminta bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, maupun layanan profesional jika menemukan tanda-tanda depresi atau keputusasaan pada kerabat.
Selain itu, Polresta Sumenep meminta masyarakat untuk tetap menjaga etika dan menghormati privasi keluarga duka dengan tidak menyebarluaskan foto, video, maupun spekulasi liar di media sosial yang berpotensi menambah beban trauma keluarga. (MLDN)














