Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Jaga Stabilitas Daerah, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Program Ketahanan Pangan dengan Makanan Bergizi Gratis

×

Jaga Stabilitas Daerah, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Program Ketahanan Pangan dengan Makanan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat memperkuat stabilitas wilayah sekaligus menyelaraskan kebijakan daerah dengan program strategis nasional. Langkah ini dipertegas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pemantauan Perkembangan Politik yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/7/2026).

​Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, ini dihadiri oleh jajaran DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Sidoarjo.

​Bupati Subandi menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang kokoh merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas regional. Bagi Subandi, urusan pemerintahan bukan sekadar persoalan administratif formal belata.

​”Urusan pemerintahan tidak sekadar masalah administrasi, melainkan juga menjaga ketertiban, memperkuat ketahanan sosial, dan membangun keharmonisan masyarakat,” ujar Subandi di hadapan forum.

​Salah satu agenda krusial yang menjadi sorotan dalam rakor ini adalah komitmen penuh Pemkab Sidoarjo dalam menyukseskan visi-misi Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Subandi menilai program nasional tersebut sangat vital untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

​Namun, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan ketat dan kerja sama lintas sektor yang solid.

​”Pelaksanaan MBG memerlukan sinergi kuat antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keberhasilan program ini harus ditopang pengawasan bersama agar kualitas, keamanan pangan, dan ketepatan sasarannya terjamin,” tegas Subandi.

​Sebagai langkah konkret di lapangan, Pemkab Sidoarjo akan mengintegrasikan program Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di tingkat desa dan kelurahan sebagai ekosistem pendukung MBG. Strategi ini diharapkan tidak hanya mampu menyuplai kebutuhan bahan pangan lokal secara berkelanjutan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar.

​Secara khusus, Subandi menginstruksikan agar program ketahanan pangan daerah berfokus pada pemenuhan tiga komoditas pokok yang paling dibutuhkan masyarakat luas.

​”Harus fokus pada tiga item kebutuhan dasar masyarakat, yaitu beras, gula, dan minyak. Kehadiran program pangan ini harus bisa meringankan beban ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

​Mengingat posisi geografis dan geopolitik Sidoarjo yang krusial, Subandi mengingatkan bahwa kondusivitas Sidoarjo akan berdampak langsung pada skala yang lebih luas.

​”Sidoarjo memiliki posisi strategis dalam mendukung stabilitas Jawa Timur. Karena itu, kami berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan kolaboratif bersama Forkopimda, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

​Di akhir arahannya, Bupati Sidoarjo mengajak seluruh elemen strategis di daerah—mulai dari birokrasi, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga keterwakilan mahasiswa—untuk merapatkan barisan demi mewujudkan Sidoarjo yang aman, sehat, maju, dan berdaya saing.

​”Saya mengajak Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah. Kita pastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi penerus bangsa,” pungkas Subandi. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *