Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Gresik Genjot Hilirisasi Peternakan: Kambing dan Domba Didorong Jadi Produk Bernilai Tambah

×

Gresik Genjot Hilirisasi Peternakan: Kambing dan Domba Didorong Jadi Produk Bernilai Tambah

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen memperkuat ekosistem sektor peternakan melalui percepatan hilirisasi produk kambing dan domba. Langkah strategis ini diambil agar para peternak lokal tidak lagi sekadar berfokus pada usaha budidaya konvensional (ternak hidup), melainkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka kegiatan Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) di Ruang Rapat Oryza Sativa, Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Selasa (23/6/2026). Acara kali ini mengusung tema spesifik: “Hilirisasi Produk Peternakan Kambing Domba”.

​Dalam arahannya, Sekda Washil menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama dalam mendongkrak daya saing sektor peternakan. Melalui standardisasi proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran yang modern, hasil peternakan diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih masif bagi kesejahteraan masyarakat.

​“Hilirisasi ini penting agar peternak kita naik kelas. Kambing dan domba tidak hanya berhenti dijual dalam bentuk ternak hidup, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas,” ujar Sekda Washil.

​Washil memaparkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki modal kuantitas yang sangat menjanjikan dengan populasi kambing dan domba saat ini mencapai kisaran 192 ribu ekor. Potensi besar ini harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem yang produktif dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Menurutnya, penguatan ekosistem tidak boleh parsial, melainkan harus mencakup pembibitan, manajemen pemeliharaan, penyediaan pakan, optimalisasi Rumah Potong Hewan (RPH), pengolahan hasil, hingga pemasaran.

​“Potensinya sangat besar. Daging bisa diolah menjadi berbagai produk makanan, susu dapat dikembangkan menjadi produk olahan, kulit bisa menjadi bahan kerajinan, sementara limbah ternak juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” ungkapnya merinci ragam produk turunan seperti susu pasteurisasi, yogurt, keju, abon, bakso, sosis, nugget, hingga rendang siap saji.

​Tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, Pemkab Gresik juga menginstruksikan para pelaku usaha peternakan untuk melek terhadap aspek pengemasan, branding, dan pemanfaatan teknologi digital guna menembus pasar yang lebih luas melalui marketplace serta platform digital lainnya.

​Lebih lanjut, Sekda Washil menggarisbawahi tiga fondasi krusial yang wajib dipenuhi dalam ekosistem hilirisasi ini, yaitu Optimalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) yang higienis. Kepemilikan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai jaminan kelayakan.

​“Dengan standar yang baik, produk peternakan kita tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih besar,” tegas Washil.

​Senada dengan Sekda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menyatakan bahwa program Gresik Krawu Enak merupakan manifestasi nyata kehadiran pemerintah dalam mengawal sektor peternakan sebagai roda penggerak ekonomi kerakyatan. Eko menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah masif melakukan intervensi di sektor hulu.

​“Pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dari sisi produksi. Kita perlu mendorong peternak agar mampu mengolah hasil ternaknya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” urai Eko.

​Melalui forum edukasi dan kolaborasi ini, Dinas Pertanian berharap para peternak dapat memperluas cakrawala bisnis dan melahirkan inovasi baru. “Harapannya peternak tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menghasilkan produk unggulan,” tambah Eko.

​Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Founder Kandang Kali Farm, Mohammad Syaiful Muluk, yang membagikan perspektif praktis industri kepada para peserta.

​Guna mempercepat terciptanya ekosistem yang ideal, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari sektor swasta, di antaranya PT Aplus Pasific, PT Lembumas Inti Perkasa, dan PT Sonto Property, serta diikuti oleh puluhan peternak dan pelaku usaha komoditas kambing-domba se-Kabupaten Gresik. (MDLN/Pungky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *