Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Lupa Matikan Aliran Listrik Saat Perbaiki Pompa Air, Pemuda di Sampang Meninggal Tersengat Listrik

×

Lupa Matikan Aliran Listrik Saat Perbaiki Pompa Air, Pemuda di Sampang Meninggal Tersengat Listrik

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN – Nasib nahas menimpa RK (22), seorang pemuda asal Dusun Langgar, Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat hendak memperbaiki mesin pompa air di sungai dekat rumahnya pada Sabtu (13/06/2026) siang.

​Peristiwa tragis yang dikategorikan sebagai kecelakaan tunggal akibat kurangnya kehati-hatian ini terjadi sekira pukul 11.00 WIB.

​Menurut keterangan saksi mata yang juga merupakan adik kandung korban, Misna (15), kejadian bermula saat ia dan korban pergi ke sungai yang berjarak sekitar 200 meter di sebelah timur rumah mereka. Maksud kedatangan mereka adalah untuk memeriksa mesin pompa air yang tersendat dan tidak mengalirkan air ke rumah.

​”Rencananya mau mengecek pompa air karena airnya tidak mengalir,” ujar Misna saat memberikan keterangan.

​Sesampainya di lokasi, korban menduga bahwa masalah utama ada pada sistem grounding (pengetanahan) pompa air yang melemah. Tanpa pikir panjang, RK langsung turun ke sungai untuk memperbaikinya. Namun nahas, korban diduga lupa memutus atau mematikan aliran listrik utama yang menyambung ke mesin pompa dan sistem grounding tersebut.

​Seketika, arus listrik tegangan tinggi langsung menyengat tangan kanan korban. Korban pun langsung terkulai lemas di tempat kejadian.

​Pihak keluarga yang panik dan belum meyakini kondisi korban sempat melarikan RK ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, tim medis menyatakan bahwa korban sudah mengembuskan napas terakhirnya sebelum tiba di puskesmas. Jenazah korban kemudian langsung dibawa kembali ke rumah duka untuk proses pemakaman.

​Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Karang Penang yang menerima laporan tersebut segera bergerak cepat. Sekira pukul 12.30 WIB, anggota Polsek Karang Penang mendatangi rumah duka untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

​Saat petugas tiba, jenazah korban sudah dalam proses dimandikan dan dikafani oleh pihak keluarga.

​Kepala Dusun Langgar sekaligus paman korban, Holik, menegaskan bahwa pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni akibat kelalaian korban sendiri. Pihak keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada pihak manapun.

​”Kejadian ini murni karena ketidaksengajaan korban sendiri dan tidak direncanakan dari pihak manapun. Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas dan tidak menuntut pihak manapun,” tegas Holik selaku Kepala Dusun.

​Pernyataan dari perwakilan keluarga tersebut juga telah dikukuhkan secara resmi melalui surat pernyataan tertulis yang diserahkan kepada pihak kepolisian. Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman setempat. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *