Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Terpisah di Haul Habib Abu Bakar, Lansia 90 Tahun Asal Mojokerto Dievakuasi Polres Gresik

×

Terpisah di Haul Habib Abu Bakar, Lansia 90 Tahun Asal Mojokerto Dievakuasi Polres Gresik

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Personel Polres Gresik berhasil mengidentifikasi dan mempertemukan kembali seorang lansia berusia 90 tahun yang terpisah dari rombongan jemaah Haul Akbar ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf. Lansia bernama Ngarto, warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tersebut sempat telantar dan kebingungan di tengah padatnya lautan jemaah sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

​Peristiwa bermula saat petugas kedapatan melihat Mbah Ngarto duduk sendirian di bawah lampu lalu lintas di sekitar lokasi haul. Pada saat yang sama, posko panitia juga menerima laporan kehilangan anggota rombongan. Melihat kondisi fisik lansia yang tampak kelelahan, petugas langsung mengevakuasinya ke Pos Sementara Haul di Simpang Empat GNI guna mendapatkan perawatan dan pendampingan.

​Proses pelacakan identitas keluarga sempat terkendala faktor usia Mbah Ngarto yang menyulitkan komunikasi. Guna memecahkan kebuntuan informasi, Polres Gresik melakukan koordinasi lintas wilayah dengan Polres Mojokerto hingga jaringan Bhabinkamtibmas di desa asal Mbah Ngarto. Petugas juga berupaya menggali petunjuk mengenai jenis kendaraan yang ditumpangi korban.

​”Bapak hanya menyampaikan mobil warna putih. Saat kami tanya apakah naik bus, beliau jawab tidak. Ditanya sejenis Elf atau Hiace juga bukan. Baru ketika kami tanya apakah mobil pribadi atau mobil kecil, beliau menjawab iya,” ujar salah satu petugas yang melakukan asesmen awal di lapangan.

​Berbekal petunjuk minim mengenai “mobil kecil warna putih”, petugas Satlantas Polres Gresik melakukan penyisiran taktis ke sejumlah kantong parkir sembari menyiarkan maklumat kehilangan melalui pengeras suara (public address) secara berkala.

​Langkah sistematis tersebut membuahkan hasil di titik kantong parkir terakhir yang diperiksa. Petugas berhasil menemukan mobil yang dicari, di mana pihak keluarga saat itu juga tengah didera kecemasan menunggu kepulangan Mbah Ngarto.

​Isak tangis haru pecah di lokasi saat Mbah Ngarto diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Ponidi, anak kandung Mbah Ngarto, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat yang diberikan oleh aparat kepolisian.

​”Saya, Ponidi, atas nama keluarga dan anak kandung dari Bapak Ngarto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Gresik. Terima kasih sudah merawat, mencari, dan mempertemukan kembali orang tua kami dengan rombongan hingga bisa berkumpul lagi,” ungkap Ponidi.

​Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gresik melalui Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa aksi penyelamatan jemaah telantar ini merupakan manifestasi dari fungsi pelayanan dan humanity pengamanan Polri di lini lapangan.

​”Di samping melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur acara haul, membantu sesama yang membutuhkan di lapangan merupakan kewajiban bagi setiap anggota Polri. Kami bersyukur Mbah Ngarto bisa kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat walafiat,” tegas AKP Nur Arifin.

​Aksi tanggap personel Polres Gresik dalam mengurai kedaruratan minor di tengah dinamika massa berskala besar ini menuai simpati dan apresiasi dari para jemaah haul yang memadati kawasan religi tersebut. (Berdy/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *