Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Pemkab Sampang Gelar Salat Iduladha 1447 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Keharmonisan

×

Pemkab Sampang Gelar Salat Iduladha 1447 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Keharmonisan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Salat Iduladha 1447 Hijriyah/2026 Masehi di halaman depan Pendopo Trunojoyo, Sampang. Momentum sakral ini dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan dan kepedulian sosial antarmasyarakat.

​Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai refleksi dalam memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta merawat semangat berkurban demi menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

​“Iduladha mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Mari kita jaga persatuan serta meningkatkan semangat berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban,” ujar H. Slamet Junaidi.

​Ia menambahkan, ibadah kurban merupakan momentum krusial untuk mengikis sekat sosial dan membangun semangat gotong royong yang nyata di tengah-masyarakat.

​Sementara itu, Kyai Sayuti yang bertindak sebagai khatib dalam khotbahnya menekankan pentingnya menjaga ketakwaan, persaudaraan (ukhuwah), dan kebersamaan umat Islam. Ia mengingatkan jemaah bahwa di hadapan Allah SWT, semua manusia memiliki kedudukan yang setara.

​”Seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT, tanpa membedakan suku, usia, jabatan, maupun kekayaan,” tegas Kyai Sayuti.

​Kyai Sayuti menerangkan bahwa orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan kemuliaan di hari akhir kelak. Merujuk pada nilai-nilai Al-Qur’an, ia mengingatkan esensi kemuliaan seorang hamba di mata pencipta-Nya.

​“Inna akramakum indallahi atqakum. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa,” jelas Kyai Sayuti dalam khotbahnya.

​Menurutnya, atmosfer persatuan dan kesetaraan yang tercipta erat selama pelaksanaan Salat Iduladha tidak boleh menguap begitu saja, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

​Lebih lanjut, Kyai Sayuti memaparkan keutamaan ibadah kurban sebagai salah satu amalan paling utama pada hari raya ini. Hewan yang sah untuk dijadikan kurban secara syariat meliputi kambing, sapi, kerbau, dan unta.

​Ia juga mengulas perspektif hukum kurban dengan menyebutkan bahwa sebagian ulama dari Mazhab Hanafi memandang ibadah kurban hukumnya wajib bagi umat Islam yang memiliki kemampuan secara ekonomi.

​Di akhir khotbahnya, ia menegaskan bahwa dimensi ibadah kurban melintasi aspek spiritual dan sosial. Kurban bukan sekadar bentuk ketaatan vertikal kepada Allah SWT, melainkan instrumen horizontal untuk mempererat hubungan sosial sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *