PAMEKASAN || JDN -Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan bergerak serentak mengintensifkan pengawasan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas stok serta memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tepat sasaran dan bebas dari praktik penimbunan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/4/2026) ini melibatkan seluruh Polsek jajaran yang melakukan patroli dialogis dan pengecekan fisik di lapangan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi.
Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas, IPDA Yoni Evan, menegaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif Polri dalam menjaga ketahanan energi di tingkat daerah. Fokus utama petugas adalah mendahulukan kebutuhan masyarakat umum, terutama pengguna kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).
”Sesuai arahan pimpinan, hari ini seluruh jajaran Polsek mulai dari Palengaan, Pademawu, Pakong, Pasean, Tlanakan, hingga Tamberu turun langsung ke lapangan. Fokus utama kami adalah memberikan edukasi kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen yang tidak sesuai aturan,” tegas IPDA Yoni Evan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sejumlah Polsek melakukan tindakan spesifik sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing:
Polsek Palengaan dan Polsek Pasean Melakukan kontrol ketat di SPBU Larangan Badung dan SPBU Desa Bindang. Petugas menginstruksikan pihak SPBU untuk memprioritaskan kendaraan pribadi guna mengurai potensi antrean panjang.
Polsek Pademawu, Kapolsek Iptu Sutikno berkoordinasi langsung dengan manajer SPBU 5469301 Buddagan. Penekanan diberikan pada validitas penggunaan barcode dan larangan keras pengisian jerigen, kecuali bagi kelompok nelayan yang memiliki izin resmi.
Polsek Pakong dan Polsek Tlanakan Melakukan pemantauan di SPBU Bandungan dan SPBU AN-NUR. Selain pengawasan BBM, petugas juga mempertebal pengamanan objek vital untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curas, Curat, dan Curanmor).
Polsek Tamberu Menyasar area Pertashop di Jalan Raya Blaban guna memastikan ketersediaan pasokan di wilayah pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, IPDA Yoni Evan menyatakan bahwa kondisi di seluruh SPBU wilayah hukum Pamekasan masih dalam keadaan aman dan terkendali. Belum ditemukan indikasi pelanggaran distribusi yang menonjol maupun antrean kendaraan yang mengganggu lalu lintas.
”Kami berharap kerja sama dari pihak pengelola SPBU dan masyarakat untuk tetap tertib. Pengawasan ini akan dilakukan secara rutin demi kenyamanan masyarakat Pamekasan dalam mendapatkan akses BBM,” pungkasnya.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menutup celah bagi oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi melalui praktik spekulasi atau penimbunan BBM bersubsidi. (MLDN)














