BANGKALAN || JDN Ribuan jamaah memadati area Masjid Martajasah, Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, guna menghadiri Haul Akbar ke-101 ulama kharismatik Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif, Rabu (1/4/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi atas jasa besar Sang Guru Bangsa dalam penyebaran Islam dan perjuangan di Tanah Air.
Acara yang dihadiri sekitar 1.500 jamaah tersebut menjadi magnet bagi tokoh nasional dan daerah. Hadir di antaranya Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, LC, MA; Pj Bupati Bangkalan Lukman Hakim; Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far; Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd.; serta Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. Acara ini dikomandoi langsung oleh RKH. Imron Amin, SH, MH, selaku penanggung jawab kegiatan.
Rangkaian Haul diisi dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, syarofal anam, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa. Dalam tausiyahnya, Prof. Said Agil Husin Al Munawar menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai ketakwaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang selama ini menjadi fondasi ajaran Syaikhona Kholil.
Ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar memperingati haul secara seremonial, tetapi menyerap semangat perjuangan Syaikhona dalam mencetak ulama-ulama besar di Indonesia.
Dandim 0829/Bangkalan, Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam agenda ini bukan sekadar pengamanan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah besar ulama Madura yang berperan penting bagi kemerdekaan bangsa.
”Haul ini adalah momentum besar untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus nilai-nilai kebangsaan. Kita diajak meneladani perjuangan Syaikhona Kholil dalam menyebarkan Islam yang damai serta menumbuhkan semangat cinta tanah air,” ujar Letkol Inf. Nanang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kehadiran kami di sini sekaligus untuk memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah, ulama, dan masyarakat demi kondusivitas Bangkalan yang kita cintai,” tambahnya.
Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kerukunan yang kuat antara Forkopimda dan tokoh agama di Kabupaten Bangkalan.(*)

















