SURABAYA || JDN – Insiden runtuhnya infrastruktur sekolah kembali menghantui dunia pendidikan di Surabaya. Plafon ruang kelas VII E di lantai 3 SMP Negeri 60 Surabaya, Jalan Kalilom Lor Indah, dilaporkan ambruk pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Meski tidak memakan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan tiga siswi mengalami syok berat setelah sempat tertimpa material plafon.
Berdasarkan data laporan di lapangan, insiden terjadi saat kegiatan belajar mengajar akan dimulai. Laporan resmi diterima petugas pada pukul 07.26 WIB. Dengan respons cepat di bawah lima menit, tim gabungan tiba di lokasi pada pukul 07.31 WIB untuk melakukan evakuasi dan pengamanan area.
Objek yang terdampak adalah ruang kelas VII E dengan luas area plafon yang runtuh mencapai ±8 x 9 meter persegi. Kerusakan di ruangan tersebut diperkirakan mencapai 75 persen.
Hasil kaji cepat sementara dari tim BPBD Kota Surabaya menduga kuat bahwa struktur plafon yang sudah lapuk menjadi penyebab utama ambrolnya material tersebut.
Tiga siswi yang berada di posisi jatuhnya material telah berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, yakni Ajeng Ayu Amelia Putri (14), warga Setro, Azarah (14), warga Kapas Gading Madya, Lailatul Inaya (14), warga Dukuh Setro.
”Ketiganya dalam kondisi sadar dan hanya mengalami syok. Saat ini seluruh siswi telah mendapatkan penanganan awal dan didampingi oleh orang tua masing-masing,” tulis laporan resmi penanganan di lokasi.
Pihak sekolah, di bawah penanggung jawab Hj. Irma Styowati, S.Pd., bersama petugas gabungan langsung melakukan sterilisasi area untuk mengantisipasi adanya reruntuhan susulan. Total 30 siswa yang berada di kelas saat kejadian telah dipindahkan ke tempat aman.
Sebagai solusi jangka pendek agar aktivitas belajar mengajar tidak lumpuh, BPBD Kota Surabaya telah mendirikan tenda darurat di halaman depan sekolah.
Upaya Penanganan dilakukan Evakuasi mandiri terhadap 30 siswa kelas VII E, Pendirian tenda darurat oleh BPBD untuk kelas sementara, Pembersihan puing-puing oleh petugas gabungan (TGC, Satgas Cipta Karya, dan Projopati), Koordinasi lintas instansi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).
Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat petugas. Pihak sekolah kini menunggu langkah renovasi menyeluruh dari instansi terkait guna menjamin keamanan siswa di ruang kelas lainnya.(*)














