Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Dua Detik Jelang Petaka: 4 Siswa SD di Lamongan Terperosok ke Sumur Tua Saat Jam Istirahat

×

Dua Detik Jelang Petaka: 4 Siswa SD di Lamongan Terperosok ke Sumur Tua Saat Jam Istirahat

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN, JDN – Suasana jam istirahat di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, berubah menjadi kepanikan pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Empat siswa kelas 1 yang baru berusia 7 tahun terperosok ke dalam sumur tua setinggi 8 meter setelah penutup beton sumur tempat mereka bermain pecah dan ambrol.

​Peristiwa nahas tersebut bermula saat keempat murid secara tidak sengaja naik ke atas penutup cor beton sumur di area lingkungan sekolah. Asyik bermain, anak-anak tersebut melompat-lompat di atasnya hingga penutup beton tak mampu menahan beban dan langsung jebol.

​Tubuh keempat anak tersebut seketika terjatuh ke dasar sumur sedalam 8 meter yang berisi sedikit air. Mendapati insiden membahayakan tersebut, Kepala Sekolah langsung bergerak cepat menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Modo. Menanggapi laporan warga, Kapolsek Modo bersama jajaran anggota Polsek segera meluncur ke lokasi kejadian seraya berkoordinasi dengan bidan desa setempat.

​Proses evakuasi berlangsung dramatis dan cepat berkat sinergi antara anggota kepolisian, tenaga medis, dan warga masyarakat sekitar yang bahu-membahu menurunkan alat serta mengangkat para korban dari dasar sumur.

​Setelah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, keempat siswa langsung mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan awal dari bidan desa sebelum dilarikan ke Puskesmas Modo untuk penanganan lanjutan.

​Berdasarkan konfirmasi medis terakhir, seluruh korban dinyatakan selamat tanpa cedera berat dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing untuk menjalani rawat jalan.

​Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengapresiasi respons sigap petugas di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat yang berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa.

​”Kami bersyukur keempat anak kita berhasil dievakuasi dan telah mendapatkan penanganan medis. Kami mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat jam istirahat dan ketika bermain di lingkungan sekolah,” ujar Ipda M. Hamzaid dalam keterangannya.

​Ipda M. Hamzaid juga menegaskan pentingnya evaluasi kelayakan seluruh sarana dan prasarana di lingkungan sekolah, terutama fasilitas yang berpotensi memicu bahaya seperti sumur dan saluran air.

​”Keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak serta segera melaporkan apabila ditemukan fasilitas yang berpotensi membahayakan,” imbaunya menutupi pernyataan.

​Pihak kepolisian meminta sekolah-sekolah di wilayah Lamongan untuk segera memperbaiki penutup sumur atau fasilitas lain yang tidak memenuhi standar keamanan guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *