SURABAYA || JDN – Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur terus memperkuat sinergi dengan masyarakat guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini ditegaskan melalui forum dialog interaktif Cangkrukan Kamtibmas Jogo Perak yang digelar di Balai RW 7 Tambak Mayor Utara, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (23/9) malam.
Dalam forum dialog dua arah bersama jajaran Tiga Pilar dan tokoh masyarakat setempat, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, soroti pesatnya arus informasi digital yang dinilai kerap memicu gesekan sosial, kenakalan remaja, hingga aksi tawuran di kawasan pemukiman.
AKBP Irwan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar maupun berita bohong (hoaks) yang beredar di media sosial.
”Perputaran informasi di media sosial saat ini sangat cepat. Tolong jangan mudah termakan isu liar, provokasi, atau informasi hoaks. Pastikan untuk selalu saring sebelum sharing,” tegas AKBP Irwan di hadapan warga.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dari tingkat akar rumput untuk membentengi lingkungan dari potensi gangguan keamanan. Menurutnya, tagline Jogo Perak harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh elemen warga.
”Kami tidak bisa bekerja sendirian. Sinergitas antara kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan rasa aman yang berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga Surabaya,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi dini, pihak kepolisian meminta warga untuk senantiasa proaktif mengawasi lingkungannya. AKBP Irwan mengimbau masyarakat segera memanfaatkan layanan call center bebas pulsa di nomor 110 jika menemukan indikasi kejahatan atau potensi gangguan kamtibmas.
Pendekatan humanis kepolisian dalam kegiatan cangkrukan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat lokal. Katirin, warga RT 8 Tambak Mayor Utara, mengapresiasi ruang komunikasi terbuka yang disediakan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
”Saya sangat tertarik dengan materi dan gaya penyampaian Bapak Kapolres. Lewat konsep cangkrukan seperti ini, suasananya jadi cair dan tidak kaku. Di situlah masyarakat benar-benar merasa diayomi, bisa berkumpul, dan langsung menyampaikan unek-unek tanpa canggung,” tutur Katirin. (Red/MLDN)














