SIDOARJO Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak merealisasikan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan mengawal dan menyalurkan sedikitnya 1 ton jagung pipil kering hasil panen petani lokal ke Gudang Mini Lab Bulog di Jalan Banjar Kemantren, Sidoarjo, Kamis (11/6/2026).
Langkah ini menjadi bukti konkret sinergi antara Polri, sektor pertanian, dan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Setibanya di lokasi, komoditas jagung tersebut tidak langsung disimpan. Pihak Bulog menerapkan serangkaian prosedur standarisasi mutu yang ketat sebelum melakukan penyerapan resmi.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa seluruh jagung yang didistribusikan wajib menjalani proses uji laboratorium terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitasnya layak konsumsi dan memenuhi standar nasional.
Tahapan uji laboratorium meliputi pengambilan sampel secara acak, uji kadar air, hingga pemeriksaan fisik jagung secara menyeluruh.
”Kita ingin memastikan jagung yang disetor benar-benar berkualitas prima,” ujar Iptu Suroto, Kamis (11/6/2026).
Jagung pipil kering sebanyak 1 ton ini merupakan hasil produksi Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur. Komoditas yang disalurkan kali ini adalah akumulasi hasil panen sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Setelah melewati masa panen, para petani binaan melakukan proses pengeringan secara mandiri dan mengumpulkannya hingga siap didistribusikan ke Bulog dengan pengawalan kepolisian.
Keberhasilan distribusi ini memberikan kepastian ekonomi bagi para petani lokal. Melalui kerja sama yang telah diinisiasi sebelumnya, rantai distribusi pertanian kini memangkas peran tengkulak sehingga menjadi lebih pendek dan pasti.
Para petani yang tergabung dalam Poktan Nandur Makmur kini tidak lagi dihadapkan pada ketidakpastian pasar atau ancaman harga anjlok saat musim panen raya tiba.
”Petani tidak lagi khawatir mau dijual ke mana hasil panennya, sebab sudah ada komitmen kerja sama (MoU) yang jelas dengan pihak Bulog,” pungkas Iptu Suroto.
Melalui kepastian serapan pasar ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap para petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka pada kuartal-kuartal berikutnya, sekaligus memperkokoh pilar ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur. (MLDN)














