KEDIRI KOTA || JDN -– Ribuan massa pesilat dari berbagai daerah membanjiri wilayah Kota Kediri sejak Kamis malam (16/4/2026). Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk menghadiri agenda religi Haul Masyayikh Lirboyo yang dipusatkan di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur.
Guna mengantisipasi potensi gesekan dan menjaga ketertiban umum, Polres Kediri Kota menerapkan skema pengamanan berlapis di bawah komando langsung Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H.
Mengingat mayoritas massa menggunakan kendaraan roda dua, pihak kepolisian membagi fokus pengamanan menjadi dua pola utama Penempatan personel di titik sentral kegiatan (Aula Muktamar Lirboyo) untuk menjamin kekhusyukan acara.
Pengawalan melekat (mobile) terhadap rombongan saat memasuki hingga meninggalkan wilayah hukum Polres Kediri Kota guna memastikan arus lalu lintas tetap mengalir.
”Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kompol Iwan Setyo Budhi mewakili Kapolres Kediri Kota, Jumat (17/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan Kompol Iwan memimpin langsung penyisiran menggunakan kendaraan roda dua hingga ke perbatasan wilayah. Langkah ini diambil untuk meminimalisir adanya tindakan provokatif dari pihak luar maupun peserta konvoi yang dapat memicu gangguan Kamtibmas.
Sepanjang jalur protokol, petugas secara persuasif memberikan imbauan agar para pesilat menghormati hak pengguna jalan lain.
“Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban selama perjalanan pulang, menghormati pengguna jalan lain, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun,” tegas Kompol Iwan.
Hingga Jumat dini hari, arus balik massa pesilat terpantau mengalir lancar. Berkat kesiagaan personel lintas satuan fungsi, tidak dilaporkan adanya insiden menonjol atau bentrokan fisik selama pergerakan massa berlangsung.
Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rombongan telah keluar dari wilayah Kota Kediri menuju daerah asal masing-masing dalam keadaan aman dan terkendali. Strategi pengawalan hingga perbatasan terbukti efektif meredam potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan. (MLDN)














