SAMPANG || JDN -Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Sampang. Langkah ini diambil guna merespons keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan dan fluktuasi harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pengecekan dilakukan langsung oleh tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Asa Perkasa Abimulya, Jalan Raya Camplong, Kecamatan Camplong, pada Kamis (16/4/2026).
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, stok LPG bersubsidi di tangki timbun berada pada level aman. Pasokan tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima hari ke depan.
“Stok LPG di tangki timbun dalam kondisi aman dan mencukupi untuk distribusi beberapa hari ke depan,” ujar AKP Eko Puji Waluyo saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Selain mengecek ketersediaan, petugas juga melakukan uji petik terhadap 20 tabung LPG 3 kg yang baru saja diisi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi praktik curang pengurangan volume isi gas. Hasil pengujian menunjukkan berat total tabung berada di kisaran 8,01 hingga 8,05 kilogram, yang berarti sesuai dengan standar regulasi.
Dari sisi teknis, tim Tipidter memastikan mesin pengisian (filling machine) di SPBE PT Asa Perkasa Abimulya dalam kondisi layak operasi. Alat-alat tersebut telah mengantongi sertifikat uji tera resmi dan dikalibrasi secara berkala.
Hasil audit distribusi juga menunjukkan potret positif, Distribusi dari SPBE ke agen berjalan normal tanpa ada penahanan stok, Harga jual kepada agen masih mengacu pada kontrak resmi Pertamina tanpa ada kenaikan sepihak, Operasional perusahaan dinilai telah mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku.
Meskipun kondisi di tingkat produsen (SPBE) stabil, pihak kepolisian menduga kendala ketersediaan atau harga tinggi yang dirasakan masyarakat kemungkinan besar terjadi di rantai distribusi tingkat bawah atau pengecer.
“Tidak ditemukan penyimpangan teknis maupun administratif yang menjadi penyebab langsung kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang,” pungkas AKP Eko.
Dengan hasil temuan ini, Polres Sampang mengimbau masyarakat untuk tidak panik (panic buying) dan meminta para pelaku distribusi di tingkat agen maupun pangkalan untuk tetap mematuhi aturan HET yang telah ditetapkan pemerintah. (MLDN)














