SAMPANG || JDN – Menjelang tiga hari pelaksanaan konser Valen, kontestan berbakat Dangdut Academy 7 (DA7), panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan teknis dan keamanan. Konser yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, pada Sabtu (14/2/2026) ini mendapatkan atensi khusus dari aparat kepolisian.
Tim dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur turun langsung ke lokasi pada Kamis (12/2) untuk melakukan audit sistem pengamanan. Langkah ini diambil guna memastikan acara besar tersebut berjalan kondusif dan terkendali.
Budi, selaku Auditor Pengamanan dari Polda Jatim, menegaskan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mencakup manajemen arus massa hingga kelengkapan sarana prasarana di lokasi.
“Kami melaksanakan pengecekan bagaimana manajemen pengamanan di lokasi yang akan digunakan konser hari Sabtu. Kami ingin memastikan sistem pengamanannya berjalan dengan baik,” ujar Budi di sela peninjauan lokasi.
Ia menambahkan bahwa evaluasi detail ini bertujuan untuk memitigasi risiko. Jika ditemukan celah dalam sistem keamanan, pihak panitia diminta segera melakukan perbaikan.
“Apabila ada hal yang kurang, kami sarankan untuk segera dilengkapi. Tujuannya agar pelaksanaan konser berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan yang kita harapkan,” tegasnya.
Untuk teknis di lapangan, pengamanan akan dikomandoi oleh personel kepolisian wilayah setempat dengan dukungan teknis dari tim Polda Jatim. Berdasarkan pantauan sementara, fasilitas fisik seperti tenda dan panggung utama sudah hampir rampung 100 persen.
Di sisi lain, panitia penyelenggara yang diwakili oleh Zakaria, menyambut baik supervisi dari pihak kepolisian. Ia memastikan bahwa konser Valen DA7 tetap berjalan sesuai jadwal dengan misi sosial yang kuat.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan kepolisian, terutama dari Polda Jatim. Insyaallah konser akan tetap berjalan pada tanggal 14,” kata Zakaria.
Zakaria menjelaskan bahwa konser ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan kegiatan amal. Seluruh hasil dari acara tersebut akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan koordinasi bersama ulama setempat.
“Konsep konser ini adalah untuk amal, hasilnya akan diserahkan kepada Baznas. Kami juga akan berkomunikasi dengan para ulama terkait penyalurannya,” tambahnya.
Senada dengan panitia, dukungan juga mengalir dari tokoh masyarakat setempat. Habib Yusuf menyatakan dukungannya selama kegiatan tersebut menjaga nilai-nilai religius dan norma sosial yang berlaku di Sampang.
“Konser ini untuk amal. Selama sesuai dengan akhlak dan norma kita sebagai masyarakat Muslim, kami mendukung. Tujuannya untuk kepentingan umat,” pungkas Habib Yusuf.
Hingga berita ini diturunkan, panitia dan pihak keamanan terus melakukan koordinasi akhir untuk menyambut ribuan penggemar yang diprediksi akan memadati lokasi pada akhir pekan nanti. (MLDN/SUP)

















