SAMPANG || JDN – Dalam upaya memperkuat supremasi hukum yang berbasis nilai moral dan sosial, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, M. Iqbal, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Kedatangan korps Adhyaksa ini disambut langsung oleh pengasuh pesantren sekaligus tokoh ulama karismatik, KH. Syafiuddin Abdul Wahid.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis Kejaksaan Negeri Sampang untuk membangun komunikasi dua arah antara aparat penegak hukum (APH) dan tokoh agama guna menciptakan kondusivitas wilayah yang harmonis dan berkeadilan.
Dalam pertemuan tersebut, Kajari Sampang M. Iqbal menegaskan bahwa penegakan hukum di wilayahnya tidak boleh hanya kaku pada teks undang-undang, tetapi juga harus menyentuh aspek sosiokultural masyarakat Madura yang kental dengan nilai religius.
“Kami merasa bangga karena Kabupaten Sampang memiliki banyak alim ulama yang sangat berpengaruh dan menjadi panutan masyarakat. Kehadiran para ulama menjadi kekuatan besar dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan,” ujar M. Iqbal di sela-sela kunjungannya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama merupakan manifestasi dari penegakan hukum yang humanis dan berintegritas. Menurutnya, peran ulama sangat krusial dalam menjaga moralitas publik serta memberikan edukasi hukum yang efektif kepada masyarakat.
Di hadapan KH. Syafiuddin Abdul Wahid, M. Iqbal secara terbuka memohon doa restu agar jajaran Kejaksaan Negeri Sampang senantiasa konsisten dalam menjalankan tugas tanpa mencederai amanah rakyat.
“Kami memohon doa agar selalu diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan tugas, khususnya dalam penegakan hukum yang menjunjung tinggi integritas serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” tegasnya.
Gayung bersambut, KH. Syafiuddin Abdul Wahid memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kajari Sampang. Ia menilai langkah proaktif pejabat hukum yang turun langsung ke pesantren merupakan sinyal positif bagi stabilitas sosial di Sampang.
“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Semoga hubungan baik antara ulama dan aparat penegak hukum terus terjalin sehingga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutur KH. Syafiuddin.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan kesadaran hukum di tengah masyarakat. Dengan sinergi ini, Kabupaten Sampang diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, religius, dan menjunjung tinggi supremasi hukum yang berkeadilan. (MLDN)














