GRESIK || JDN – Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, mempertegas komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah desa. Hal tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi dan halalbihalal bersama para Kepala Desa se-Kabupaten Gresik di Aula SAR Polres Gresik, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan bertajuk “Membangun Sinergitas Pam Swakarsa Polri dengan Pemerintah Desa dalam Rangka Memelihara dan Mewujudkan Kamtibmas di Tingkat Desa” ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah pengamanan di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, AKBP Ramadhan Nasution menekankan bahwa peran kepala desa sangat krusial sebagai garda terdepan deteksi dini potensi gangguan keamanan.
“Sinergi antara Polri dan pemerintah desa sangat krusial dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pencegahan konflik sosial, pemberantasan narkoba, hingga antisipasi judi online,” tegas AKBP Ramadhan di hadapan para undangan.
Selain isu keamanan, Kapolres juga menitipkan pesan terkait dukungan terhadap program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
Ia juga memaparkan prestasi Polres Gresik yang berhasil masuk tiga besar dalam respons cepat layanan Call Center 110, serta mendorong masyarakat memanfaatkan inovasi layanan Lapor Cak Rama.
Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan seluruh kepala desa untuk membuka ruang edukasi Kamtibmas langsung kepada warga. Senada dengan itu, Ketua PKDI Kabupaten Gresik, Nurul Yatim, berharap pendampingan dari kepolisian terus berlanjut.
”Kami berkomitmen menjadikan keamanan desa sebagai fondasi utama pembangunan. Pembinaan dari Polres Gresik sangat kami harapkan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Nurul Yatim.
Sesi diskusi berlangsung dinamis saat sejumlah kepala desa memaparkan tantangan riil di lapangan. Isu sensitif seperti potensi gesekan antar-perguruan silat, maraknya judi online di kalangan pemuda, hingga kondisi keamanan pasca-Lebaran di Pulau Bawean menjadi sorotan utama.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Ramadhan menginstruksikan jajarannya untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif.
“Setiap permasalahan di desa harus diselesaikan dengan cara kolaboratif, melibatkan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa secara inklusif,” tambahnya.
Acara yang juga dihadiri oleh Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra dan jajaran Pejabat Utama (PJU) ini ditutup dengan sesi ramah tamah, memperkuat sinyal soliditas antara korps Bhayangkara dan pemerintah desa demi Gresik yang kondusif.(*)

















