Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikanTNI/Polri

Perkuat Benteng Generasi Muda, Polres Kediri Gelar Safari Anti Narkoba Libatkan Ratusan Pelajar

×

Perkuat Benteng Generasi Muda, Polres Kediri Gelar Safari Anti Narkoba Libatkan Ratusan Pelajar

Sebarkan artikel ini

KEDIRI || JDN -Menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang kian kompleks, Polres Kediri menggelar Safari Pembinaan Generasi Anti Narkoba di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis kepolisian dalam membekali ratusan pelajar di Kabupaten Kediri dengan ketahanan mental dan spiritual.

​Acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Ditbinmas Polda Jatim, Polres Kediri, dan BNN Kota Kediri. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi komprehensif kepada siswa-siswi tingkat SMK dan MAN mengenai bahaya laten narkoba di tengah tantangan pergaulan modern dan pesatnya arus informasi di media sosial.

​Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa kesadaran dini adalah kunci utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

​”Narkoba merusak masa depan, kesehatan, dan prestasi. Ketegasan untuk menolak menjadi langkah awal yang harus dimiliki setiap pelajar,” tegas Kompol Hari di hadapan para peserta.

​Beliau juga menyoroti variabel lingkungan sebagai faktor krusial. Menurutnya, pilihan pergaulan yang tepat bukan sekadar gaya hidup, melainkan benteng utama dalam mencegah penyimpangan perilaku.

​Materi yang disampaikan dalam safari ini tidak hanya terpaku pada narkotika konvensional. Para ahli dan pemateri memaparkan fenomena terbaru yang kini marak di kalangan remaja, di antaranya.​ Penyalahgunaan zat berbahaya non-narkotika, Dampak kesehatan penggunaan rokok elektrik (vape), Pemanfaatan media sosial secara bijak guna menghindari pengaruh negatif dari konten pro-narkoba.

​Pelajar didorong untuk lebih peka dalam mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan, baik dari perubahan perilaku maupun kondisi fisik rekan sejawat mereka.

​Kehadiran BNN Kota Kediri semakin memperkuat substansi edukasi, khususnya mengenai aspek hukum pidana narkotika dan prosedur rehabilitasi. Sesi dialog interaktif yang terbangun memberikan ruang bagi para pelajar untuk berkonsultasi langsung mengenai situasi di lapangan yang mereka hadapi sehari-hari.

​Sebagai penutup, Kompol Hari berharap pembinaan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi gerakan kolektif.

​”Langkah pembinaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menjaga diri, lingkungan, serta masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang kian kompleks,” pungkasnya. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *