GRESIK – Tradisi turun-temurun Malam Selawe di kawasan religi Makam Sunan Giri kembali menyedot antusiasme ribuan peziarah pada Sabtu (14/3/2026) malam. Polres Gresik bersama jajaran Forkopimda memastikan perhelatan tahunan setiap malam ke-25 Ramadan ini berjalan aman, tertib, dan khidmat.
Kegiatan yang berpusat di Desa Giri, Kecamatan Kebomas ini tidak hanya menjadi magnet spiritual bagi jamaah dari berbagai daerah, tetapi juga momentum penguatan ekonomi lokal melalui pasar UMKM.
Guna menjamin kenyamanan jamaah, Polres Gresik menerjunkan skema pengamanan terpadu. Kabag Ops Polres Gresik, Kompol Yusis Budi Krismanto, mengoordinasi sedikitnya 123 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis, serta unsur ormas seperti Banser dan Pemuda Pancasila.
Wakapolres Gresik, Kompol Shabda Purusha Putra, memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama lintas sektoral dan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban.
”Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu menjaga keamanan serta seluruh personel pengamanan yang telah menjalankan tugas dengan baik, sehingga kegiatan Malam Selawe dapat berlangsung aman dan lancar,” ujar Kompol Shabda.
Rangkaian acara dimulai pukul 21.00 WIB, dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua DPRD M. Syahrul Munir, serta jajaran pimpinan TNI-Polri.
Setelah melakukan ziarah ke makam salah satu Walisongo tersebut, rombongan bergabung dengan ribuan jamaah di Masjid Jami’ Ainul Yaqin untuk melaksanakan istighosah, dzikir, dan Mahalul Qiyam. Suasana memuncak saat ribuan suara serentak melantunkan surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali sebagai bentuk munajat menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar.
Bupati Gresik, Gus Yani, menegaskan bahwa penataan Malam Selawe yang lebih terorganisir dalam dua tahun terakhir telah memberikan dampak multifaset.
”Ini adalah tahun kedua kegiatan Malam Selawe kita selenggarakan secara lebih terorganisir. Dampaknya luar biasa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ungkap Gus Yani.
Momentum ini juga ditandai dengan seremoni bersejarah, Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg, Pembagian 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg khas Giri kepada para jamaah sebagai simbol rasa syukur.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.10 WIB dalam situasi yang sangat kondusif. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq, membawa pesan kedamaian bagi seluruh warga Kabupaten Gresik.











