SUMENEP || JDN -Kecelakaan laut hampir berujung tragedi di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kapal Tongkang (TK) Indo Ocean Marine yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan mengalami kebocoran lambung parah hingga nyaris tenggelam, sebelum akhirnya kandas di perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kamis (22/1) pagi.
Lima orang awak kapal, termasuk satu personel kepolisian yang mengawal muatan, dinyatakan selamat setelah melalui proses evakuasi yang dramatis di tengah cuaca ekstrem.
Situasi kritis mulai terdeteksi pada dini hari pukul 03.13 LT. Personel Polairud segera melakukan koordinasi intensif melalui jaringan telepon dengan kru di atas kapal. Mengingat kondisi gelap gulita dan risiko tinggi jika melakukan evakuasi di tengah laut, kru diinstruksikan untuk bertahan di atas tongkang hingga fajar menyingsing.
Baru pada pukul 06.00 LT, saat air laut mulai surut, kelima awak kapal melakukan evakuasi mandiri. Mereka berjalan kaki menembus perairan dangkal sejauh 300 meter menuju bibir pantai dengan panduan dari Potensi SAR (Potsar) setempat.
Sekretaris Desa Banraas, H. Kahor, yang memimpin langsung upaya penyelamatan di darat, memastikan bahwa seluruh kru saat ini dalam kondisi aman.
”Begitu air surut, kami segera bergerak membantu para kru untuk turun dari tongkang. Saat ini seluruh kru, yang berjumlah lima orang termasuk pengawal dari Polri, sudah kami amankan di rumah warga untuk proses pemulihan fisik dan mental,” ujar H. Kahor kepada media.
Di sisi lain, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Sumenep dan Satpolairud Polres Sumenep bergerak cepat menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk menjemput para korban.
”Tim telah lepas tali pada pukul 07.40 LT menuju Pulau Giliyang. Rencananya, setelah proses recovery selesai di rumah warga, kelima kru akan kami jemput melalui Dermaga Baru Desa Bancamara untuk dibawa ke titik aman dan pemeriksaan lebih lanjut,” tegas perwakilan Tim SAR Gabungan.
Tongkang TK. Indo Ocean Marine tersebut diketahui sedang dalam pelayaran dari Kalimantan Selatan menuju Gresik, Jawa Timur.
Berikut adalah identitas kelima korban selamat, Jumanto (Bosun), Wibowo Ari Murdiyanto (Kelasi), Dwi Karunianto (Kelasi), Sudriman (Kelasi), Briptu Ribut Prasetyo (Polri/Pengawal).
Hingga saat ini, otoritas terkait masih memantau ketat koordinat kandasnya kapal di posisi -6.96397514, 114.17478338. Meski lambung kapal bocor, belum ada laporan mengenai tumpahan muatan CPO ke laut. Pengawasan lingkungan terus dilakukan guna mencegah potensi pencemaran di wilayah perairan wisata Pulau Giliyang.(*)

















