BANDAR LAMPUNG || JDN – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) DPW Provinsi Lampung mengambil langkah konkret dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui gelaran Workshop UMKM sekaligus Pelantikan Pengurus Koperasi dan UMKM Merah Putih.
Acara yang berlangsung di Lamban Gedung Kuning (LGK), Bandar Lampung, Minggu (19/4/2026) ini mengusung tema kritis: “Membedah KUR untuk Mudah diakses oleh UMKM, Bukan Hanya Sekadar Lips Service Pemerintah”.
Workshop ini dirancang sebagai platform edukasi untuk mengurai kebuntuan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini sering dikeluhkan pelaku usaha. PWDPI berkomitmen memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme dan prosedur pengajuan modal agar program pemerintah tersebut tepat sasaran.
Guna memastikan akurasi informasi, PWDPI menggandeng sejumlah institusi otoritas dan perbankan, di antaranya:
Regulator: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank Lampung.
Selain edukasi, agenda utama lainnya adalah pelantikan resmi pengurus Koperasi Produsen Gemilang Emas Nusantara (KPGEN) dan UMKM Merah Putih masa bakti 2026–2029. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis PWDPI dalam memperkuat kemandirian ekonomi organisasi dan anggotanya.
Dalam arahannya, M. Nurullah RS menegaskan bahwa peran organisasi pers tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi juga pemberdayaan. Ia menyoroti fenomena KUR yang seringkali sulit dijangkau oleh pelaku usaha di tingkat akar rumput.
”Kami ingin memastikan bahwa program pemerintah seperti KUR benar-benar sampai ke tangan pelaku usaha, bukan hanya berhenti di atas kertas atau sekadar retorika. Melalui workshop ini, kami ingin membuka jalan agar para pengusaha paham prosedur, berani mengajukan, dan berhasil mendapatkan modal usaha,” tegas Nurullah.
Irjen. Pol. (Purn). DR. H. Ike Edwin, SH, MH (Dewan Pembina DPP PWDPI) Senada dengan Nurullah, Ike Edwin mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk nyata perjuangan keadilan ekonomi. Mantan Kapolda Lampung ini menekankan bahwa PWDPI harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pembiayaan formal.
”Keadilan ekonomi harus dimulai dari kemudahan akses. Jangan sampai program yang bagus seperti KUR justru menjadi sulit dipahami dan jauh dari jangkauan rakyat. PWDPI hadir bukan hanya sebagai wadah informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang nyata,” ujar sosok yang akrab disapa Dang Ike ini.
Ia juga berpesan kepada pengurus baru yang dilantik agar senantiasa menjaga integritas. “Kita bekerja bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk kepentingan masyarakat luas. Semoga ini membawa hasil nyata bagi kemajuan UMKM di Lampung dan Indonesia pada umumnya,” tutupnya.
Melalui sinergi antara regulator, perbankan, dan organisasi profesi, kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pelaku UMKM di Lampung dalam memperoleh kepastian modal. Kehadiran narasumber kompeten di lokasi acara diharapkan dapat memberikan solusi praktis atas kendala administratif yang selama ini menghambat pertumbuhan usaha kerakyatan.
(Tim Media Group PWDPI)














