Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Jambore PKK Sidoarjo 2026: Ajang Adu Inovasi Kader hingga Tekan Stunting

×

Jambore PKK Sidoarjo 2026: Ajang Adu Inovasi Kader hingga Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sidoarjo memacu peningkatan kapasitas dan kreativitas ribuan kadernya melalui gelaran Jambore Kader PKK Kabupaten Sidoarjo 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (6/8/2026).

​Kegiatan tahunan yang diikuti oleh perwakilan kader dari 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo ini dirancang menjadi wadah adu inovasi guna memperkuat peran kader di tengah isu-isu strategis masyarakat, seperti percepatan penurunan angka stunting, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi.

​Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya konsolidasi dan peningkatan kompetensi kader PKK dalam menghadapi tantangan keluarga yang makin kompleks di era digital.

​”Jambore PKK sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kreativitas para kader PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera,” ujar Sriatun di hadapan peserta jambore.

​Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sidoarjo, para Ketua TP PKK Kecamatan, dewan juri, serta peserta dari berbagai wilayah.

​Sriatun menyoroti bahwa peran kader PKK sangat vital dalam pendampingan langsung di lapangan, mulai dari menjaga kesehatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, melestarikan lingkungan, hingga menggerakkan ekonomi mikro.

​Namun, ia mengingatkan keberhasilan program-program PKK tidak dapat diraih jika bekerja secara terisolasi. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama.

​”PKK tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga elemen masyarakat, agar program pemberdayaan keluarga benar-benar memberikan dampak nyata,” tegasnya.

​Ia pun berharap setiap inovasi yang ditampilkan oleh masing-masing daerah selama jambore dapat dijadikan sarana bertukar pengalaman dan direplikasi oleh kecamatan lain dalam mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK.

​”Melalui Jambore PKK ini, saya berharap seluruh peserta dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi di wilayah masing-masing,” tambah Sriatun.

​Guna menguji serta mereplikasi praktik-praktik baik (best practices), Jambore Kader PKK Sidoarjo 2026 menggelar serangkaian kompetisi tematik yang terbagi di empat Kelompok Kerja (Pokja):

Pokja I: Menggelar Lomba Simulasi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) untuk membentengi keluarga dari dampak negatif teknologi.

Pokja II: Membuka Bazar UMKM sebagai stimulus pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis komoditas lokal.

Pokja III: Mengadakan lomba vlog dan kreasi olahan pangan berbasis Zero Food Waste, mengedukasi masyarakat agar bijak mengelola bahan pangan dan mengikis limbah makanan.

Pokja IV: Menyelenggarakan Lomba Balita Sehat Masa Depan Hebat guna mendukung percepatan penurunan stunting di Sidoarjo.

​Menutup arahannya, Sriatun berpesan agar persaingan dalam lomba tetap dilandasi semangat persaudaraan dan kejujuran.

​”Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas karena tujuan utama jambore ini adalah belajar, berbagi inspirasi, dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya.

​Melalui konsolidasi dan ajang adu inovasi ini, TP PKK Kabupaten Sidoarjo optimistis para kader dapat terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang lebih maju, sehat, mandiri, dan berkelanjutan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *