SAMPANG, JDN – Atmosfer panas dan persaingan ketat menyelimuti Lapangan Priok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Gelaran ajang tradisi bergengsi Kerapan Sapi tingkat Kabupaten Sampang sukses digelar dengan menyajikan aksi adu cepat yang memukau ribuan pasang mata, Minggu (18/10/2026).
Sebanyak 48 peserta terbaik se-Kabupaten Sampang berpacu di lintasan demi memperebutkan tiket emas menuju babak pamungkas, Grand Final Piala Presiden 2026. Persaingan ketat terbagi dalam tiga kelompok utama (Pool A, Pool B, dan Pool C) yang menuntut kecermatan joki serta ketangkasan pasangan sapi kerapan.
Dari total puluhan peserta yang berlaga, panitia resmi menetapkan enam pasang sapi terbaik yang berhak mewakili Kabupaten Sampang ke tingkat regional Madura. Keenam pemenang tersebut terbagi ke dalam dua kategori kejuaraan, yakni Kategori Golongan Atas (Menang) dan Kategori Golongan Bawah (Kalah).
Pada Kategori Golongan Atas, Jet Metic tampil mendominasi dan keluar sebagai Juara I, disusul Putra Slimir di posisi Juara II, dan Selendang merengkuh posisi Juara III.
Sementara pada Kategori Golongan Bawah, gelar Juara I berhasil
disabet oleh Jendral Muda, diikuti tim Stel Balap di posisi Juara II, serta Jet Tempur yang mengunci posisi Juara III.
Keberhasilan menembus babak final disambut haru dan bangga oleh para pemilik sapi. Salah satunya datang dari tim Stel Balap yang dipimpin oleh Abiem. Pencapaian ini menjadi buah manis dari persiapan matang dan soliditas tim selama masa latihan.
”Alhamdulillah, kami sangat bahagia dan bangga bisa mendapatkan tiket menuju Grand Final Piala Presiden 2026. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa membawa nama Kabupaten Sampang ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Owner Tim Stel Balap, Abiem, Minggu (18/10/2026).
Abiem menegaskan bahwa tiket yang diraih menjadi pecutan semangat bagi seluruh kru dan joki untuk melipatgandakan porsi latihan jelang berlaga di panggung tertinggi.
”Grand Final Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Skep, Bangkalan, yang akan mempertemukan para peserta terbaik untuk memperebutkan gelar juara,” tegas Abiem.
Ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang adu gengsi dan kecepatan, melainkan juga simbol ketahanan budaya warisan leluhur Madura yang terus lestari. Masyarakat Sampang kini menumpukan harapan besar kepada enam wakil terbaiknya agar mampu merengkuh piala bergilir Presiden di Bangkalan mendatang. (Red/MLDN)














