Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Harmoni Budaya dan Ekonomi, Sedekah Desa Kampungbaru Jombang Jadi Pemicu Kebangkitan UMKM

×

Harmoni Budaya dan Ekonomi, Sedekah Desa Kampungbaru Jombang Jadi Pemicu Kebangkitan UMKM

Sebarkan artikel ini

JOMBANG || JDN – Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, menggelar tradisi Sedekah Desa dengan kemasan berbeda tahun ini. Tak sekadar ritual syukur, perhelatan yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) ini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pelibatan aktif sektor UMKM lokal.

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut dimulai sejak usai ibadah salat Jumat. Ratusan warga memadati pelataran balai desa untuk mengikuti prosesi doa bersama, di mana perbedaan status sosial melebur dalam semangat kebersamaan.

​Puncak prosesi ditandai dengan pengarakan ratusan ambengan (tumpeng nasi) dan gunungan hasil bumi menuju lapangan desa. Tradisi ini menjadi simbol kemakmuran sekaligus wujud syukur kolektif masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan.

​Pj Kepala Desa Kampungbaru, Daniel Danang Darmawan, S.E., menyatakan bahwa nilai utama dari kegiatan ini adalah penguatan fondasi sosial.

​”Di sini tidak ada perbedaan jabatan atau kelas sosial. Semua duduk, berdoa, dan makan bersama. Inilah esensi gotong royong yang harus diwariskan kepada generasi muda agar identitas desa tetap terjaga,” ujar Daniel di sela-sela acara.

​Ada pemandangan berbeda pada perayaan tahun ini. Mulai pukul 15.30 WIB, suasana desa semakin semarak dengan dibukanya Gelar Potensi UMKM. Langkah strategis ini diambil pemerintah desa untuk menggerakkan kembali denyut ekonomi warga yang sempat lesu.

​Stan-stan di lokasi acara memamerkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari aneka olahan singkong hingga produk ubi-ubian. Daniel menekankan bahwa sektor UMKM membutuhkan stimulus nyata agar para pelaku usaha kembali bergairah.

​”Kami ingin menggugah pelaku UMKM di Desa Kampungbaru yang mungkin selama ini merasa ‘hidup segan mati tak mau’. Dengan Gelar Potensi UMKM ini, kami harap mereka kembali punya greget untuk berinovasi dan berkembang lebih pesat,” tegasnya.

​Rangkaian acara ditutup pada pukul 19.00 WIB dengan pagelaran seni Campursari di lapangan desa. Alunan gamelan dan suara sinden menjadi hiburan rakyat yang berfungsi sebagai benteng budaya lokal dalam menghadapi gempuran modernisasi.

​Melalui sinergi antara doa, penguatan ekonomi, dan pelestarian seni, Daniel berharap Kampungbaru bertransformasi menjadi desa yang mandiri dan aman dengan prinsip Guyub Rukun.

​Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh warga. Khusnul, salah satu warga setempat, menilai pelaksanaan tahun ini jauh lebih meriah dan mampu mempererat ikatan antarwarga.

​”Alhamdulillah, tahun ini acaranya terasa lebih meriah dan ramai dibanding sebelumnya. Warga juga terlihat kompak ikut memeriahkan kegiatan dari awal sampai malam. Semoga tradisi seperti ini tetap dilestarikan karena bisa mempererat kerukunan masyarakat,” ungkap Khusnul.

​Penyelenggaraan Sedekah Desa Kampungbaru 2026 ini memberikan pesan kuat bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari ketahanan budaya dan kemandirian ekonomi warganya. (Yanti)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *