Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Polres Ponorogo Dorong Gerobak Wedangan, Dekati Warga Lewat Secangkir Kopi dan Edukasi 110

×

Polres Ponorogo Dorong Gerobak Wedangan, Dekati Warga Lewat Secangkir Kopi dan Edukasi 110

Sebarkan artikel ini

PONOROGO || JDN –  Ada pemandangan tak biasa di sudut-sudut jalanan Kabupaten Ponorogo. Alih-alih melakukan patroli formal yang kaku, sejumlah personel Polres Ponorogo tampak luwes mendorong gerobak “Wedangan Keliling”. Inovasi ini menjadi strategi humanis kepolisian setempat untuk menyentuh akar rumput sekaligus mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110.

​Program unik yang diinisiasi oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, ini sengaja memanfaatkan budaya lokal “ngopi” sebagai jembatan komunikasi. Sambil membagikan kopi dan teh gratis, polisi aktif berdialog dengan warga mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

​Kanit Pamapta Polres Ponorogo, Ipda John Anderson Batara Aryasena, menjelaskan bahwa pemilihan konsep wedangan bukan tanpa alasan. Menurutnya, pendekatan ini sangat efektif karena menyesuaikan dengan kebiasaan nongkrong masyarakat Ponorogo.

​“Budaya ngopi dan nongkrong sangat dekat dengan masyarakat Ponorogo. Dari situlah kami masuk. Pesan soal keamanan lebih mudah diterima karena suasananya santai dan tidak ada rasa canggung,” terang Ipda John saat ditemui di lapangan, Senin (11/5/2026).

​Dalam aksinya, petugas tak hanya menyuguhkan minuman, tetapi juga memberikan edukasi terkait akses layanan darurat 110 yang dapat diakses secara cepat dan bebas biaya jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian.

​Langkah kreatif korps berseragam cokelat ini pun mendapat sorotan positif dari Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno. Ia menilai Wedangan Keliling adalah terobosan cerdas dalam membangun komunikasi publik tanpa sekat.

​“Ini langkah yang sangat luar biasa dan unik. Anggota Polres Ponorogo menunjukkan bahwa sosialisasi keamanan tidak harus dilakukan dengan cara kaku. Dengan wedangan keliling, masyarakat merasa nyaman dan tidak sungkan berinteraksi dengan Polisi,” ujar Dwi Agus.

​Ia menambahkan bahwa pola komunikasi membumi seperti ini membuktikan pelayanan publik bisa dikemas secara santai tanpa kehilangan esensi penegakan hukum dan perlindungan masyarakat. 

Kehadiran polisi di tengah warga dinilai mampu meruntuhkan hambatan psikologis yang selama ini mungkin ada.

​Menanggapi respons positif publik, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi pelayanan yang lebih dekat dengan rakyat. Bagi Andin, efektivitas pesan sangat bergantung pada cara penyampaiannya.

​“Program Wedangan Keliling sengaja dirancang sebagai sarana komunikasi santai agar masyarakat lebih mudah menerima edukasi maupun informasi terkait program kepolisian. Berbagai upaya harus kita lakukan untuk edukasi dan menyampaikan berbagai program kepolisian kepada masyarakat,” tegas AKBP Andin.

​Melalui gerobak wedangan ini, Polres Ponorogo berharap kesadaran kolektif terhadap keamanan lingkungan semakin meningkat, seiring dengan semakin mudahnya akses komunikasi antara warga dan aparat hukum. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *