MADIUN || JDN – Polres Madiun Kota memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasi dan keberanian Bripda Prasetyawanto Sakti Aji, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang menjadi perbincangan publik setelah insiden kaki terlindas bus saat bertugas. Seremoni apresiasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun Kota pada Senin (6/4/2026).
Penghargaan ini merupakan respons institusi terhadap aksi heroik Bripda Sakti—sapaan akrabnya—yang tetap tegar menjalankan tugas meski harus mengalami cedera serius demi menegakkan aturan lalu lintas.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., menegaskan bahwa tindakan Bripda Sakti bukan sekadar menjalankan kewajiban, melainkan cerminan nyata dari pengabdian tanpa batas anggota Polri kepada masyarakat.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian Bripda Prasetyawanto Sakti Aji dalam menjalankan tugas,” ujar AKBP Wiwin di hadapan jajaran personel Polres Madiun Kota.
Ia juga menekankan bahwa meski keberanian sangat dihargai, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan dalam situasi darurat di lapangan.
“Semoga apa yang dialami Bripda Prasetyawanto Sakti Aji menjadi pelajaran sekaligus motivasi bagi seluruh anggota untuk tetap profesional, humanis, dan selalu berhati-hati di lapangan,” tambah Kapolres.
Peristiwa yang memicu simpati luas di media sosial ini terjadi pada Senin (23/3/2026) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Bertempat di kawasan strategis Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun, Bripda Sakti berupaya menghentikan sebuah bus pariwisata yang melanggar rambu lalu lintas.
Bus tersebut diketahui nekat memasuki ruas jalan yang dilarang bagi kendaraan besar karena risiko tinggi membahayakan pengguna jalan lain. Namun, saat proses penertiban berlangsung, insiden tak terelakkan terjadi hingga mengakibatkan kaki Bripda Sakti terlindas roda bus dan mengalami patah tulang.
Melalui pemberian penghargaan ini, institusi berharap semangat Melindungi, Mengayomi, dan Melayani tetap terjaga di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks. Kasus ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat bagi petugas untuk waspada, tetapi juga bagi para pengguna jalan agar lebih tertib dan menghormati aturan demi keselamatan bersama.
Kini, Bripda Sakti tengah menjalani masa pemulihan, namun semangat pengabdiannya telah menjadi standar baru bagi profesionalisme anggota Polri di lingkungan Polda Jawa Timur.(*)











