Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Polda Metro Jaya Gagalkan Potensi Kerusuhan Unjuk Rasa DPR, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Disita

×

Polda Metro Jaya Gagalkan Potensi Kerusuhan Unjuk Rasa DPR, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Disita

Sebarkan artikel ini

JAKARTA || JDN –  Polda Metro Jaya menggagalkan potensi gangguan keamanan berskala besar menjelang aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI. Petugas mengamankan 65 orang beserta puluhan senjata tajam hingga ratusan botol kaca yang disiapkan untuk pembuatan bom molotov.

​Langkah preventif ini dipaparkan dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin menegaskan, penyidik saat ini tengah mendalami peran tiap-tiap pihak, termasuk pihak yang mendanai dan mengarahkan massa.

​“Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujar Kombes Iman Imanuddin.

​Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya yang meliputi, ​39 bilah senjata tajam. ​2 unit airsoft gun beserta 1 tabung gas dan peluru gotri. ​3 buah stik golf. ​7 jeriken berisi bensin. ​201 botol kaca lengkap dengan sumbu (bahan bom molotov).

​Selain senjata dan bahan peledak improvisasi, kepolisian juga mengamankan perlengkapan pendukung seperti tas ransel, spanduk (banner), pengeras suara, cat semprot (pilok), obat-obatan, dan puluhan telepon seluler.

​Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini berfokus menelusuri aliran dana pengadaan barang-barang berbahaya tersebut melalui analisis digital forensik, rekam transaksi keuangan, serta pemeriksaan saksi-saksi.

​Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, tindakan tegas ini diambil murni untuk menjaga agar kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat tidak disusupi aksi kriminalitas atau kerusuhan.

​“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. 

Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” tegas Kombes Budi.

​Guna mencegah eskalasi di dunia maya, Polda Metro Jaya turut meningkatkan patroli siber untuk mengantisipasi persebaran konten provokasi, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian.

​Hingga Kamis pagi pukul 10.38 WIB, situasi keamanan di wilayah DKI Jakarta terpantau kondusif. Aktivitas masyarakat di sektor perekonomian, pendidikan, ibadah, hingga lalu lintas tetap berjalan normal.

​“Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama,” tutur Kombes Budi. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *