Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBudayaDaerah

Tradisi Per-Peran Pesisir Pamekasan Macetkan Jalur Protokol, Polisi Turun Tangan Amankan Arus

×

Tradisi Per-Peran Pesisir Pamekasan Macetkan Jalur Protokol, Polisi Turun Tangan Amankan Arus

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN || JDN – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menerjunkan personel gabungan demi memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan masyarakat dalam perayaan tradisi tahunan “Per-Peran”. Tradisi iring-iringan tersebut digelar oleh masyarakat pesisir Desa Bandaran dan Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Kamis (28/5/2026) sore.

​Tradisi yang diwarnai konvoi kendaraan roda dua serta roda empat bak terbuka ini sempat memicu kepadatan arus lalu lintas yang mengular di sepanjang Jalan Raya Bandaran hingga perbatasan Kabupaten Pamekasan-Sampang. Antusiasme warga pesisir kian semarak dengan adanya hiburan musik sound system yang didirikan di depan rumah-rumah warga setempat.

​Merespons potensi kemacetan parah dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Pamekasan telah melakukan langkah antisipasi sejak awal.

​Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasihumas IPDA Yoni Evan Pratama, membenarkan adanya pengamanan ketat di lokasi tersebut.

​”Benar, sore tadi masyarakat pesisir di Kecamatan Tlanakan melaksanakan tradisi Per-Peran. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan total dan gesekan di lapangan, personel Polsek Tlanakan dibantu Polres Pamekasan langsung menggelar apel pengamanan dan disebar ke sejumlah titik rawan,” ujar IPDA Yoni Evan Pratama saat memberikan keterangan pers, Kamis (28/5/2026).

​Pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tlanakan, AKP Tamsil Efendi, S.H., M.M. Pihak kepolisian memfokuskan ploting personel pada lima titik krusial yang menjadi pusat kemacetan, antara lain ​Sepanjang Jalan Raya Bandaran, ​Jembatan perbatasan Desa Bandaran (Pamekasan) dan Desa Tanjung (Sampang), ​Simpang tiga Desa Bandaran, ​Simpang tiga pemakaman Desa Kramat, ​Jembatan Desa Kramat.

​Selain melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (Pamtur Lalin), petugas di lapangan juga melakukan pendekatan persuasif. Polisi memberikan imbauan secara humanis agar warga tidak meluapkan kegembiraan hingga memakan badan jalan protokol.

​”Kami tidak melarang jalannya tradisi, namun kami mengimbau dengan sangat agar warga tidak berjoget atau memarkir kendaraan di tengah jalan. Jalur protokol ini merupakan urat nadi yang menghubungkan Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang, sehingga kenyamanan pengguna jalan lain tetap harus diprioritaskan,” tegas IPDA Yoni Evan Pratama menambahkan.

​Berkat kesigapan personel di lapangan serta respons kooperatif dari masyarakat setempat, arus lalu lintas di sepanjang jalur tersebut berhasil diurai. Menjelang pukul 18.00 WIB, arus kendaraan kembali normal dan lancar.

​Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan tradisi Per-Peran di wilayah hukum Polres Pamekasan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *