SAMPANG || JDN – Kasus dugaan pencurian uang milik salah satu panitia dalam acara Gebyar Pendidikan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sampang kini tengah menjadi sorotan publik. Kendati demikian, tudingan yang mengarah kepada petugas internal Pendopo dinilai prematur dan membutuhkan pembuktian hukum yang jelas agar tidak bergulir menjadi opini liar.
Peristiwa kehilangan tersebut dilaporkan terjadi saat perhelatan Gebyar Pendidikan yang diinisiasi oleh CMS di Pendopo Sampang beberapa waktu lalu. Korban mengaku sempat menyimpan tasnya di sebuah ruang khusus. Namun, seusai acara selesai, korban mendapati sejumlah uang di dalam tas tersebut telah raib.
Meskipun korban menyampaikan kecurigaan terhadap pihak internal, hingga saat ini belum ada bukti otentik maupun hasil penyelidikan resmi dari pihak berwajib yang mengarah pada keterlibatan petugas Pendopo.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Pendopo Kabupaten Sampang menunjukkan sikap kooperatif. Mereka telah memberikan arahan dan memfasilitasi korban untuk menelusuri rekaman Closed Circuit Television (CCTV) melalui instansi terkait guna mengungkap fakta di lapangan. Langkah ini menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan dan belum bisa disimpulkan secara sepihak.
Seorang sumber yang terus mengawal perkembangan kasus ini mengingatkan semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Semua pihak seharusnya mengedepankan asas praduga tak bersalah. Jangan sampai muncul tuduhan tanpa dasar yang justru merugikan nama baik lembaga maupun petugas yang bertugas,” tegas sumber tersebut pada Sabtu (23/05/2026).
Di sisi lain, insiden ini menjadi alarm keras sekaligus bahan evaluasi penting terkait sistem pengamanan dan pengawasan barang pribadi dalam acara berskala besar yang melibatkan mobilitas tinggi dari massa dan kepanitiaan.
Padatnya aktivitas selama acara berlangsung diakui membuat pengawasan keluar-masuk ruangan tidak dapat terpantau secara maksimal. Atas dasar itu, masyarakat dan penyelenggara acara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga barang berharga, sekalipun berada di area terbatas atau lingkungan instansi pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait hasil penyelidikan maupun identitas pasti terduga pelaku.
Publik diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil klarifikasi serta penyelidikan resmi dari pihak berwenang agar informasi yang berkembang di masyarakat tetap berimbang, akurat, dan tidak menyesatkan. (MLDN)














