SAMPANG || JDN – Kepolisian Resor (Polres) Sampang menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung penyediaan infrastruktur publik yang aman bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian Jembatan Gantung Presisi Merah Putih oleh Kapolres Sampang, AKBP Hartono, di Dusun Tambengan, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Rabu (20/5/2026) pagi.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sampang, Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanggumong, kepala dusun, pimpinan partai politik, serta warga setempat. Turut hadir pula unsur tokoh agama lintas organisasi, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sampang.
Camat Sampang, Aminullah, menyampaikan apresiasi yang tinggi secara pribadi maupun mewakili masyarakat setempat kepada Kapolres Sampang. Pihaknya berterima kasih atas langkah taktis kepolisian dalam merenovasi jembatan gantung bersejarah yang telah dibangun sejak tahun 1950 tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan bahwa infrastruktur ini memiliki esensi krusial bagi kehidupan sosial dan roda perekonomian warga.
”Kita semua tahu bahwa jembatan bukan sekadar bentangan baja, beton, atau kayu. Jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Keberadaan Jembatan Merah Putih ini memiliki peran yang sangat vital dalam menghubungkan antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta menjadi jalur utama bagi anak-anak kita untuk pergi ke sekolah,” ujar AKBP Hartono.
Lebih lanjut, AKBP Hartono memaparkan bahwa sebelum dilakukan renovasi, kondisi jembatan tersebut mengalami penurunan fungsi yang mengkhawatirkan sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Selesainya proyek renovasi ini, menurutnya, merupakan berkah dari hasil gotong royong yang luar biasa dari semua pihak.
Melalui infrastruktur yang kini telah kokoh, aman, dan layak, diharapkan roda perekonomian lokal dapat bergerak lebih cepat, sekaligus mempermudah akses pelayanan kesehatan maupun aktivitas sosial masyarakat.
Kendati demikian, AKBP Hartono juga memberikan catatan dan pesan penting terkait aspek pemeliharaan fasilitas umum tersebut kepada seluruh warga yang hadir.
”Pembangunan dan renovasi fisik ini membutuhkan anggaran, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, saya menitipkan satu pesan penting kepada seluruh warga masyarakat: mari kita jaga dan rawat bersama jembatan ini dengan sebaik-baiknya. Pastikan jembatan ini digunakan sesuai dengan kapasitasnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga generasi-generasi mendatang,” tegasnya.
Secara filosofis, pemilihan warna merah putih pada jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi simbol penguat semangat persatuan, nasionalisme, dan budaya gotong royong warga yang tidak boleh pudar.
”Dengan bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Jembatan Merah Putih secara resmi dibuka kembali untuk digunakan oleh seluruh masyarakat,” ucap AKBP Hartono menutup amanatnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolres Sampang yang diserahkan langsung kepada Pj. Kepala Desa Tanggumong. Agenda ini diakhiri dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kapolres Sampang dengan didampingi Camat Sampang serta para kiai dan tokoh agama yang hadir. (MLDN)














