SURABAYA || JDN – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus berupaya mengikis budaya korupsi dan memperkuat fondasi integritas di internal kepolisian. Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Anti Korupsi (Pelatnas) yang digelar di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci, mulai dari Kapolres, Wakapolres, Kapolsek, hingga para Kasatfung dan Kasubdit di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Timur.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam mentransformasi mentalitas personel Polri. Menurutnya, sebagai garda terdepan penegakan hukum, Polri harus bersih dari praktik-praktik koruptif sebelum menindak pihak luar.
“Budaya anti korupsi harus terus diperkuat dan ditanamkan kepada seluruh insan Bhayangkara. Terlebih, Polri juga menjadi aparat penegak hukum yang menangani tindak pidana korupsi,” ujar Kombes Pol Roy Hutton saat memberikan arahan.
Ia menambahkan bahwa membangun institusi yang kredibel tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh anggota tanpa terkecuali.
Lebih lanjut, Roy menekankan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional melalui tata kelola yang bersih. Hal ini sejalan dengan misi besar pemerintah dalam mendukung kemajuan bangsa menuju visi Indonesia Emas.
“Saya meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga nilai integritas dapat diterapkan secara utuh di lingkungan Polda Jawa Timur,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Roy juga menyisipkan pentingnya semangat “Jogo Jatim” sebagai spirit operasional harian. Ia memaparkan bahwa integritas personel memiliki korelasi langsung dengan kepercayaan publik dan kenyamanan iklim investasi di wilayah Jawa Timur.
“Jogo Jatim bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab kita untuk memastikan masyarakat merasa aman, ekonomi tetap tumbuh, dan investor nyaman berusaha di Jawa Timur,” pungkas Roy.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta diharapkan tidak hanya menyerap materi secara teori, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menularkan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme kepada rekan sejawat di satuan masing-masing. (MLDN)














