SURABAYA || JDN – Di tengah arus informasi digital yang semakin dinamis, Bidang Humas Polda Jawa Timur bergerak cepat memperkuat kapasitas personelnya. Melalui pelatihan Public Speaking yang digelar bagi jajaran Humas dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Selasa (28/4/2026), institusi ini menegaskan komitmennya untuk menjadi sumber informasi yang kredibel dan transparan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa peran Humas saat ini telah bertransformasi menjadi ujung tombak strategis institusi. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar dalam melayani masyarakat di era keterbukaan.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kombes Pol Jules Abraham Abast menekankan bahwa tantangan utama di era digital adalah bagaimana pesan institusi bisa diterima tanpa distorsi.
“Di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, Humas harus mampu menjadi komunikator publik yang efektif, baik dalam menyampaikan kebijakan maupun capaian kinerja institusi,” tegas Kombes Abast.
Beliau membedah bahwa esensi dari public speaking Polri mencakup tiga pilar utama: ketepatan waktu, ketepatan sasaran, dan ketepatan cara penyampaian. Ia mewanti-wanti agar personel menggunakan bahasa yang runtut dan logis guna menghindari kebingungan di masyarakat.
“Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi bagaimana pesan disampaikan pada waktu yang tepat, kepada sasaran yang tepat, dengan cara yang tepat,” imbuhnya.
Selain aspek verbal, penguasaan body language (bahasa tubuh) juga menjadi sorotan dalam pelatihan ini. Kombes Abast menilai gestur yang tepat akan memperkuat pesan dan menunjukkan wibawa serta profesionalisme Polri.
Menghadapi awak media pun memerlukan kesiapan khusus. Akurasi data dan penguasaan materi menjadi harga mati bagi setiap personel Humas agar informasi yang keluar bersifat faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap penyampaian informasi harus berbasis fakta, disampaikan secara jelas, dan didukung dengan sikap serta gestur yang tepat,” jelasnya secara rinci.
Pelatihan yang menghadirkan narasumber ahli dari Suara Surabaya Media ini bertujuan untuk mencetak personel yang lebih percaya diri dan profesional. Hal ini dinilai selaras dengan program Presisi Kapolri yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Kombes Pol Jules Abraham Abast berharap, pascapelatihan ini, tidak ada lagi hambatan komunikasi antara Polri dan masyarakat Jawa Timur.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap seluruh personel mampu menyampaikan informasi institusi secara akurat, proporsional, dan mudah dipahami masyarakat,” pungkasnya menutup arahan. (MLDN)














