Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Mendagri dan Mentan Sepakati SEB Penguatan Penyuluh Pertanian

×

Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Mendagri dan Mentan Sepakati SEB Penguatan Penyuluh Pertanian

Sebarkan artikel ini

JAKARTA || JDN –  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) terkait Pengelolaan Sarana Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat pencapaian swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

​Penandatanganan SEB tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

​Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) memberikan dukungan penuh di lapangan, khususnya dalam memperkuat peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan operasional Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan.

​Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan, posisi penyuluh kini berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertanian.

​”Persoalannya adalah beliau (Menteri Pertanian) memerlukan pasukan di lapangan. Jadi selama ini beliau bekerja sama dengan PPL,” ujar Mendagri Tito Karnavian kepada awak media usai acara penandatanganan.

​Mendagri menegaskan pentingnya kolaborasi anggaran antara pusat dan daerah untuk menyokong keberlangsungan BPP. Kepala daerah diharapkan mengalokasikan dukungan operasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Transfer ke Daerah (TKD), maupun mekanisme penganggaran resmi lainnya.

​”Kami kira, kita mem-backup sepenuhnya pada Bapak Menteri Pertanian,” tegas Tito.

​Menanggapi hal tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman memaparkan data Kementan per 9 Oktober 2026 yang mencatat keberadaan 37.237 penyuluh pertanian dan 5.836 unit BPP di seluruh Indonesia.

​Guna menunjang kinerja para PPL, Kementan siap melakukan pembenahan fisik pada BPP yang mengalami kerusakan.

​”Kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai yang tadi rusak berat, kita perbaiki. Kemudian Insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya. Ini (BPP) untuk tempatnya PPL bernaung,” jelas Mentan Amran.

​Dalam kesempatan yang sama, Mentan turut menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Mendagri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di daerah.

​”Terima kasih Pak Mendagri, Profesor Tito. Beliau Bapak inflasi Indonesia yang menstabilkan harga sepanjang jabatan beliau, selama beliau menjabat sampai hari ini,” tutur Amran.

​Agenda penandatanganan SEB ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran pejabat terkait lainnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *