Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Warning Ketua TP PKK Sidoarjo, Jangan Biarkan Gagap Teknologi Lemahkan Pengawasan Anak

×

Warning Ketua TP PKK Sidoarjo, Jangan Biarkan Gagap Teknologi Lemahkan Pengawasan Anak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO || JDN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, memberikan peringatan keras sekaligus ajakan kepada para ibu di Kabupaten Sidoarjo untuk memperkuat ketahanan keluarga. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, keluarga disebut sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi yang berkarakter.

​Pesan tersebut disampaikan dalam agenda edukasi parenting bertajuk “Keluarga Tangguh Mendidik Anak Berkarakter, Terampil, dan Mandiri di Era Tantangan Zaman” yang diinisiasi oleh Pokja II TP. PKK Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/1/2026).

Example 300x600

​Dalam arahannya, Sriatun menekankan bahwa tantangan mendidik anak saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi orang tua agar tidak tercipta kesenjangan komunikasi dengan anak di ruang digital.

​“Ibu harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial,” tegas Sriatun.

​Ia mengingatkan bahwa pengawasan penggunaan gawai dan literasi media sosial adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Menurutnya, keterlambatan orang tua dalam memahami teknologi dapat berisiko pada lemahnya pendampingan anak di dunia maya.

​Menarik perhatian audiens, Sriatun memaparkan data mengejutkan berdasarkan survei Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa ancaman kekerasan terhadap anak, termasuk bullying, justru paling sering terjadi di tempat yang seharusnya paling aman adalah rumah.

​“Beberapa survei menunjukkan kekerasan bisa terjadi di sekolah, tempat umum, maupun rumah. Namun yang terbanyak adalah di rumah sendiri. Tidak ada jaminan keluarga mampu atau tidak mampu terbebas dari kekerasan,” ungkapnya secara lugas.

​Oleh karena itu, ia mengajak para peserta yang terdiri dari perwakilan PKK Kecamatan, Desa, Fatayat, Muslimat, hingga Gabungan Organisasi Wanita (GOW) untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum perbaikan pola asuh.

​Sriatun menitipkan pesan agar setiap keluarga di Sidoarjo tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga kemandirian dan empati. Lima nilai utama yang ditekankan adalah, ​Tanggung Jawab, Disiplin, Kemandirian, Empati dan Rasa Percaya Diri.

​“Di tahun 2026 ini, saya mengucapkan selamat mendidik putra-putri kita menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah. Mari ciptakan lingkungan rumah yang penuh kasih sayang agar anak tumbuh optimal secara fisik, mental, maupun spiritual,” pungkasnya.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *