Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Trompoasri Sulap TPS Liar Jadi Wisata Wringin Asri, Bupati Sidoarjo Genjot Industri Jabon

×

Trompoasri Sulap TPS Liar Jadi Wisata Wringin Asri, Bupati Sidoarjo Genjot Industri Jabon

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

SIDOARJO || JDN – Pemerintah Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, sukses merubah lahan bekas tempat pembuangan sampah (TPS) liar menjadi destinasi ruang terbuka hijau dan edukasi bernilai ekonomi bernama Wisata Wringin Asri. Destinasi anyar ini diresmikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., pada Kamis (27/8/2026).

​Langkah inovatif ini lahir dari kolaborasi intensif antara pemerintah desa, warga, dan para pemangku kepentingan (stakeholders). Kawasan yang semula kumuh dan beraroma tak sedap kini ditata rapi, bersih, dan memikat untuk menggerakkan perekonomian desa melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

​Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian lingkungan dan inisiatif kolektif warga Desa Trompoasri.

​“Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pengusaha, wisata ini membuktikan bahwa kebersamaan itu betul-betul penting,” ujar Subandi di lokasi acara.

​Ia menambahkan doa dan harapannya bagi keberlanjutan ruang publik tersebut. “Alhamdulillah. Saya doakan terus peduli dengan lingkungan dan kepada masyarakat Jabon, khususnya Wringin Asri, serta seluruh desa di Jabon,” lanjutnya.

​Peresmian Wisata Wringin Asri menjadi pijakan Pemkab Sidoarjo dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di kawasan selatan, khususnya Kecamatan Jabon yang diproyeksikan sebagai pusat industri dan pergudangan strategis.

​Bupati Subandi menegaskan, perbaikan serta pelebaran jalan utama di Jabon terus digenjot untuk menarik investor, membuka lapangan kerja, serta menghidupkan ekosistem UMKM lokal.

​”Caranya, jalan kita perlebar dan kita bangun infrastrukturnya. Kalau jalan sudah bagus, orang akan mencari tanah yang ada di Jabon,” terang Subandi.

​Menurutnya, integrasi antara kawasan industri dan pariwisata berbasis desa akan menciptakan efek domino (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga.

​“Kalau kawasan ini sudah terbentuk menjadi kawasan industri dan pergudangan, masyarakat Jabon akan sejahtera. Nilai tanah akan meningkat. Masyarakat akan banyak yang bekerja. Dan, UMKM akan berkembang. Harapan kita seperti itu,” tuturnya.

​Menutup peresmian, Subandi mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintahan tingkat desa hingga kecamatan untuk menyatukan visi dalam membangun wilayah.

​“Kita harus terus duduk bersama. Bagaimana memajukan Kecamatan Jabon yang ada di daerah selatan ini. Yang penting kita rangkul semua. Tidak ada lagi perbedaan karena kita semua adalah satu keluarga,” pungkasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *