Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPeristiwa

Tragedi Berdarah di Depan Gerbang SMP NU Bahrul Ulum: Keberangkatan Ilegal Berujung Petaka

×

Tragedi Berdarah di Depan Gerbang SMP NU Bahrul Ulum: Keberangkatan Ilegal Berujung Petaka

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN –  Suasana ceria pemberangkatan tur kelulusan siswa kelas 9 SMP NU Bahrul Ulum Menganti berubah menjadi horor memilukan pada Sabtu malam. Akibat diduga abai terhadap prosedur keselamatan, seorang bocah menjadi korban setelah tergilas roda bus travel di depan gerbang sekolah.

​Di balik insiden ini, terungkap fakta mengejutkan mengenai aspek legalitas kegiatan. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Menganti menegaskan bahwa agenda perjalanan tersebut dilakukan tanpa adanya izin maupun pemberitahuan resmi kepada aparat berwenang.

​Ketidakhadiran petugas kepolisian dalam pengamanan keberangkatan ini disinyalir menjadi celah terjadinya kecelakaan. Padahal, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pelibatan kepolisian sangat krusial untuk memberikan pembekalan keselamatan bagi pengemudi serta memastikan sterilisasi lokasi pemberangkatan.

​”Biasanya ada permintaan pembekalan untuk driver dan siswa, tapi tadi malam tidak ada pemberitahuan sama sekali ke kami,” ujar narasumber dari pihak kepolisian saat dikonfirmasi media.

​Kritik keras datang dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI). Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph, yang langsung menerjunkan tim ke lapangan, mensinyalir adanya indikasi ketidakpedulian dari pihak penyelenggara.

​Gus Aulia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil tindakan tegas atas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban menderita luka serius hingga patah tulang. Hingga saat ini, pihak sekolah maupun pengemudi bus terkesan menutup diri dari upaya konfirmasi media.

​Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, situasi saat keberangkatan digambarkan sangat kacau dan tidak terorganisir dengan baik. Di tengah kerumunan siswa dan orang tua, bus mulai bergerak tanpa adanya petugas yang mengatur lalu lintas manusia di area tersebut.

​”Kondisinya sangat memprihatinkan. Pengaturan bus sangat semrawut, banyak anak kecil lalu lalang tapi tidak ada petugas yang mengatur,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

​Jeritan histeris pecah saat tubuh mungil korban terlindas. Darah segar membasahi aspal di tengah ratapan seorang wanita yang mendekap korban sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

​Publik kini menuntut transparansi dan tanggung jawab penuh dari pihak manajemen SMP NU Bahrul Ulum Menganti. Insiden ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keamanan dalam kegiatan di luar sekolah.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP NU Bahrul Ulum Menganti masih memilih bungkam. Investigasi lebih lanjut dari pihak kepolisian sangat dinantikan untuk menentukan jeratan hukum bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian fatal ini. (Berdy/Pungki)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *