SURABAYA || JDN – Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, melakukan tinjauan langsung terhadap sosialisasi dan latihan kesiapsiagaan penanganan kebakaran di gudang munisi dan bahan peledak (Muhandak), Rabu (22/04). Langkah ini diambil sebagai komitmen satuan dalam memperketat standar keamanan dan profesionalisme prajurit.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa pengelolaan gudang amunisi memiliki risiko tinggi, sehingga menuntut kesiapan personel yang prima dan prosedur operasional yang tanpa celah. Ia meminta agar setiap prajurit yang memiliki spesialisasi khusus di bidang ini tidak cepat puas dengan kemampuan yang ada.
“Personel yang sudah memiliki kemampuan harus terus diasah dan ditingkatkan, sehingga mampu mengaplikasikan pengetahuan dengan baik, baik menggunakan peralatan tradisional maupun modern,” tegas Brigjen TNI Kohir di hadapan para prajurit.
Selain aspek sumber daya manusia, Danrem juga menyoroti pentingnya kelayakan sarana prasarana pendukung. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah operasional mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Ia menginstruksikan agar seluruh fasilitas pendukung dirawat secara berkala dan dalam kondisi siap pakai (ready to use). Hal ini krusial untuk memastikan respon cepat jika terjadi situasi darurat yang tidak diinginkan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya mitigasi risiko untuk meminimalisir potensi kerugian personel maupun materiil. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap prosedur keamanan, diharapkan seluruh personel mampu mendukung tugas pokok TNI AD secara maksimal.
”Melalui latihan dan sosialisasi ini, diharapkan kesiapsiagaan kita semakin solid dan profesional, sehingga tugas-tugas ke depan dapat terlaksana dengan ‘Mantap’,” pungkasnya.(Penrem084/BJ/JDN)














