SIDOARJO || JDN – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuhkemiri, Kecamatan Tulangan, pada Selasa (31/3). Langkah ini diambil untuk memastikan operasional pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.
Dalam peninjauannya, Wabup Mimik memberikan apresiasi terhadap manajemen SPPG Kepuhkemiri yang dinilai telah menjalankan fungsi perencanaan menu, pengolahan, hingga distribusi dengan baik.
Selama tiga bulan beroperasi, tercatat sebanyak 2.757 siswa telah terlayani oleh fasilitas ini. Wabup menegaskan sejauh ini belum ditemukan kendala teknis maupun keluhan dari para penerima manfaat.
“Menunya sudah sesuai standar gizi, dapurnya juga memenuhi standar, tidak ada kendala, dan kebersihannya juga terjaga dengan baik,” ujar Mimik Idayana di sela-sela sidak.
Namun, ia memberikan catatan kritis terkait infrastruktur penunjang. Wabup meminta pihak pengelola untuk segera menyempurnakan instalasi pengelolaan limbah guna menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan memastikan higienitas jangka panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menekankan bahwa aspek legalitas berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah kewajiban mutlak bagi setiap unit SPPG. Saat ini, SPPG Kepuhkemiri masih dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif dan teknis.
“SLHS diajukan ke Dinas Kesehatan. Tim kami akan melakukan pemeriksaan mulai dari peralatan, sampel makanan, hingga penjamah makanan yang harus mendapatkan pelatihan. Selain itu, hasil uji laboratorium juga harus dilengkapi,” jelas dr. Lakhsmie. Ia memastikan sertifikat akan diterbitkan segera setelah seluruh parameter keamanan pangan terpenuhi.
Senada dengan temuan di lapangan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, mengungkapkan bahwa program MBG mendapat sambutan hangat di sekolah-sekolah. Berdasarkan koordinasi dengan pihak pengelola, tidak ada laporan mengenai penolakan menu oleh siswa.
“Tadi saya juga menanyakan langsung kepada pengelola, apakah ada keluhan dari sekolah, seperti anak-anak tidak mau makan. Ternyata tidak ada, artinya menu yang disajikan sudah sesuai dan memenuhi standar gizi,” ungkap Tirto.
Hingga saat ini, Kabupaten Sidoarjo telah mengoperasikan sebanyak 117 unit SPPG. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus menambah jumlah satuan pelayanan ini demi memperluas jangkauan program MBG.
“Setelah berkoordinasi dengan koordinator wilayah MBG di Sidoarjo, saat ini sudah ada 117 SPPG yang beroperasi. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada penambahan lagi,” pungkasnya.
Langkah pengawasan berkala melalui sidak ini diharapkan dapat menjaga kualitas asupan gizi bagi generasi muda di Sidoarjo sekaligus memastikan akuntabilitas program pemerintah daerah.(*)











