SIDOARJO || JDN -Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Pelataran Monumen Jayandaru menjadi saksi kemeriahan pesta rakyat pada Selasa malam (27/1/2026). Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, membaur bersama ribuan warga dalam acara makan bersama yang digelar sebagai bentuk perayaan sekaligus ruang silaturahmi terbuka.
Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sidoarjo, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo. Hadir pula para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendampingi masyarakat yang antusias memadati ikon kota tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni protokoler, melainkan bentuk respons nyata pemerintah daerah terhadap keinginan warga.
”Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk respon atas aspirasi langsung dari masyarakat Sidoarjo. Ini adalah permintaan masyarakat, dan kami mewujudkannya agar kita bisa merayakan hari jadi kabupaten tercinta secara bersama-sama,” ujar Hj. Mimik Idayana di hadapan ribuan warga.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan rakyat untuk membawa Sidoarjo ke arah yang lebih maju. Di usia yang ke-167 ini, ia berharap Sidoarjo senantiasa dilimpahi keberkahan dan mampu terus bertransformasi menjadi daerah yang lebih baik dan inklusif.
Suasana hangat menyelimuti lokasi acara saat para pejabat daerah duduk bersila dan makan bersama warga tanpa sekat. Hal ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang hadir.
Rahmad, salah satu warga asal Kecamatan Buduran, mengaku terkesan dengan inisiatif ini. Menurutnya, acara makan bersama ini menjadi bukti kedekatan pemimpin dengan rakyatnya di momen bersejarah kabupaten.
Peringatan Harjasda ke-167 yang jatuh pada 31 Januari 2026 mendatang diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen di Sidoarjo untuk terus memupuk semangat gotong royong dan menjaga kondusivitas wilayah.(*)

















