Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Polres Kediri Tekankan Bahaya Perundungan di Gereja Bukit Sion Pare: Perundungan Bukan Candaan

×

Polres Kediri Tekankan Bahaya Perundungan di Gereja Bukit Sion Pare: Perundungan Bukan Candaan

Sebarkan artikel ini

KEDIRI, JDN –  Kepolisian Resor (Polres) Kediri mengingatkan masyarakat untuk tidak menormalisasi tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sosial maupun keagamaan. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan dialog inklusif program Minggu Kasih yang dihadiri ratusan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bukit Sion, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (18/10/2026).

​Dalam forum tersebut, kepolisian mengajak jemaat untuk lebih peka mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik hingga ucapan yang merendahkan yang kerap disamarkan sebagai candaan.

​Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Sugita, S.E., M.Si., menegaskan bahwa dampak psikologis dan sosial dari perundungan tidak boleh diabaikan.

​“Perundungan bukan candaan. Jika dibiarkan, perilaku ini bisa menyakiti korban dan terus berulang,” ujar AKP Nyoman di hadapan jemaat.

​Ia menambahkan, pencegahan perundungan perlu ditanamkan sejak dini, khususnya di lingkungan anak-anak seperti kegiatan Sekolah Minggu, guna memupuk rasa saling menghormati antarsesama.

​Selain edukasi, AKP Nyoman mengimbau masyarakat agar aktif berperan menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan kejahatan maupun perundungan kepada pihak berwajib.

​“Kepedulian masyarakat sangat berarti dalam menjaga keamanan. 

Jangan ragu melapor agar persoalan bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya, sembari mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center Polri 110 atau melapor ke kantor polisi terdekat.

​Langkah proaktif Polres Kediri ini mendapat apresiasi positif dari pihak gereja. Pendeta GPdI Bukit Sion, Laba Sembiring, menyampaikan terima kasih atas kepedulian kepolisian yang mau turun langsung berdialog dengan warga gereja.

​“Pertemuan seperti ini membuka kesempatan bagi jemaat untuk menjalin komunikasi dengan kepolisian,” ungkap Pendeta Laba Sembiring, seraya berharap kegiatan edukatif tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan.

​Program Minggu Kasih merupakan wadah komunikasi dua arah Polres Kediri untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung. Kegiatan ini sekaligus mengusung semangat kampanye “Ayo Jogo Omah”, yakni ajakan kolektif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dimulai dari lingkungan terkecil. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *