GRESIK || JDN -Pemerintah Kabupaten Gresik terus memacu kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana melalui pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA). Langkah strategis ini diwujudkan melalui “Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026” yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Karangpoh, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang diikuti sedikitnya 40 peserta dari unsur Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat ini menjadi tonggak penting bagi warga Karangpoh dalam membangun kemandirian menghadapi situasi darurat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan, termasuk dua legislator Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Pondra Priyo Utomo (Fraksi PKB) dan Noto Utomo (Fraksi PDI Perjuangan). Kehadiran mereka menegaskan dukungan legislatif terhadap penguatan anggaran dan kebijakan mitigasi bencana di tingkat kelurahan.
Turut hadir Camat Gresik, Jalevie Triyatmoko, S.S., Sekretaris BPBD Kecamatan Gresik, Maisaroh, S.Sos., M.M., serta Lurah Karangpoh, Selvi Candra Wulandari, S.Or., M.Pd. Dalam sambutannya, para pimpinan wilayah ini kompak menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat urban.
Sesi utama pelatihan diisi dengan pemaparan materi komprehensif mengenai langkah-langkah pencegahan, teknik mitigasi, hingga prosedur penanganan awal saat bencana terjadi. Peserta tampak antusias dalam sesi tanya jawab bersama perwakilan Komisi IV DPRD Gresik, menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan mereka.
Danramil 0817/05 Kota, Kapten Caj M. Fikri Adha, S.Sos., yang hadir bersama perwakilan Polsek Kota, Aipda Mujianto, menegaskan komitmen TNI dalam mengawal program ini. Menurutnya, pembentukan Destana adalah instrumen vital dalam memperkuat pertahanan wilayah secara non-militer.
“Kami dari Koramil siap mendukung penuh program pembentukan Desa Tangguh Bencana ini. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga dapat meminimalisir risiko serta dampak yang ditimbulkan,” tegas Kapten Fikri.
Lebih lanjut, Kapten Fikri menggarisbawahi bahwa ketangguhan sebuah wilayah tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Perlu adanya harmoni antara kekuatan aparat, pemerintah, dan partisipasi aktif warga.
“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Dengan terbentuknya Destana Karangpoh, diharapkan muncul standar baru bagi kelurahan lain di Kecamatan Gresik dalam hal manajemen risiko bencana berbasis komunitas. (*)

















