Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Perkuat Budaya PHBS, Pemkab Sidoarjo Diverifikasi Tim STBM Provinsi Jawa Timur

×

Perkuat Budaya PHBS, Pemkab Sidoarjo Diverifikasi Tim STBM Provinsi Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini diwujudkan melalui verifikasi lapangan pelaksanaan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur di 12 desa sampel pada Rabu (22/7/2026).

​Penilaian tersebut menyasar enam kecamatan, yakni Buduran, Waru, Sedati, Tanggulangin, Porong, dan Prambon. Adapun 12 desa yang menjadi lokasi verifikasi meliputi Desa Sidokepung dan Wadungasih (Buduran), Tambak Sumur dan Tambak Sawah (Waru), Pabean dan Sedati Agung (Sedati), Ketapang dan Putat (Tanggulangin), Candipari dan Glagaharum (Porong), serta Jati Alun-Alun dan Temu (Prambon).

​Di setiap desa, tim penilai melakukan uji petik terhadap satu instansi sekolah dan 25 Kepala Keluarga (KK). Proses evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, pengecekan fasilitas sanitasi, hingga wawancara mendalam terkait penerapan lima pilar STBM, yaitu ​Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)

​Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). ​Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT). ​Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS-RT). ​Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga (PAL-RT).

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan sarana mengukur konsistensi perubahan perilaku masyarakat di tingkat tapak.

​”Verifikasi ini bukan hanya mengecek administrasi, tetapi memastikan lima pilar STBM sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Sanitasi yang baik dimulai dari rumah tangga. Jika seluruh warga konsisten menerapkannya, maka lingkungan akan semakin bersih, risiko penyakit dapat ditekan, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” tegas dr. Lakshmi.

​Ia menambahkan, keberhasilan program sanitasi membutuhkan sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen warga.

​”Sanitasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, hingga dunia usaha,” imbaunya.

​Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan secara acak untuk mengukur kepatuhan dan kebiasaan harian warga.

​”Kami akan memilih secara acak rumah yang ingin kami cek kebiasaan masyarakatnya, apakah sudah memenuhi STBM 5 pilar atau belum, kami yang menilai,” ungkap drg. Sulvy.

​Dalam peninjauan tersebut, tim verifikator menguji pengetahuan dan kebiasaan warga secara langsung, mulai dari teknik mencuci tangan yang benar, pemilahan sampah dari sumbernya, tata cara pengelolaan makanan-minuman higienis, hingga kelayakan standar septic tank rumah tangga. 

Hasil evaluasi lapangan ini nantinya akan dijadikan pijakan utama dalam perumusan kebijakan dan penguatan program sanitasi di Kabupaten Sidoarjo ke depan.

​Sebagai catatan, Sidoarjo mencatatkan tren positif dalam pembangunan sanitasi. Setelah berhasil meraih predikat Open Defecation Free (ODF) dan STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada 2024, Kabupaten Sidoarjo kembali naik kelas dengan menyabet STBM Award Tingkat Madya Nasional pada 2025.

​Melalui verifikasi berkelanjutan ini, Pemkab Sidoarjo optimistis penerapan lima pilar STBM dapat sepenuhnya membudaya demi mewujudkan lingkungan daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *