Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Perbaiki Mesin Bor, Pria di Sampang Tewas Tersengat Listrik

×

Perbaiki Mesin Bor, Pria di Sampang Tewas Tersengat Listrik

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN – Peristiwa tragis menimpa Mustakim (38), seorang warga Dusun Pancor, Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat sedang memperbaiki alat pertukangan miliknya di dalam rumah pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

​Berdasarkan data yang dihimpun, korban saat itu tengah berupaya memperbaiki mesin bor listrik yang diduga mengalami kerusakan atau korsleting. Namun, diduga karena kurangnya aspek keamanan saat proses perbaikan, tubuh korban justru terpapar aliran listrik hingga jatuh tak sadarkan diri.

​Insiden ini pertama kali diketahui oleh putri korban, Pida Nur Hasanah (11). Melihat ayahnya tergeletak, Pida sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut nyaris membahayakan dirinya karena ia merasakan adanya aliran listrik saat menyentuh tubuh sang ayah.

​”Saksi (anak korban) sempat mencoba menolong, namun karena masih ada aliran listrik, ia langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.

​Warga yang datang segera memutus aliran listrik dan memanggil bidan setempat untuk pemeriksaan medis. Namun sayangnya, nyawa Mustakim tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Hasil pemeriksaan medis luar menunjukkan adanya luka bakar serius di telapak tangan kiri korban, yang memperkuat dugaan kontak langsung dengan komponen bor yang berarus listrik.

​Kapolsek Camplong (atau pihak berwenang terkait) melalui keterangan tertulisnya mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai murni musibah.

​Keluarga korban secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi maupun menempuh jalur hukum lebih lanjut. Hal tersebut dikuatkan dengan surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga.

​”Keluarga sudah mengikhlaskan dan menganggap ini sebagai musibah. Jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tutup laporan tersebut. (MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *