Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Lestarikan Tradisi, Warga Dusun Tugu Gelar Sedekah Bumi sebagai Simbol Syukur dan Persatuan

×

Lestarikan Tradisi, Warga Dusun Tugu Gelar Sedekah Bumi sebagai Simbol Syukur dan Persatuan

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN -Senin, 20/4/26 Masyarakat Dusun Tugu, Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur melalui tradisi Sedekah Bumi. Perhelatan tasyakuran yang berlangsung di Balai Dusun Tugu pada Sabtu kemarin ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk merefleksikan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi dan sektor tambak.

​Sejak pagi hari, antusiasme warga terlihat dari iring-iringan pembawa tumpeng dan hasil bumi yang memenuhi area balai dusun. Suasana guyub rukun menyelimuti prosesi, di mana warga dari berbagai lapisan usia duduk bersila, menyatu dalam kekhidmatan doa dan kebersamaan.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan keamanan, di antaranya Camat Cerme H. Umar Hasyim, SH., MM., Kepala Desa Jono H. Asrun, serta perwakilan TNI-Polri yakni Peltu Suyanto (Batuud Koramil 0817/08 Cerme) dan Aiptu Nuryanto, S.H. Kehadiran para tokoh ini mempertegas dukungan pemerintah terhadap pelestarian kearifan lokal.

​Kepala Desa Jono, H. Asrun, dalam sambutannya menekankan bahwa Sedekah Bumi adalah instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual warga.

​”Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni atau tradisi tahunan, melainkan momentum esensial untuk memperkuat rasa syukur, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian antarwarga,” tegas H. Asrun.

​Apresiasi senada juga disampaikan oleh pihak kewilayahan. Peltu Suyanto, mewakili Koramil 0817/08 Cerme, menyoroti dampak positif kegiatan ini terhadap ketahanan sosial di masyarakat. Menurutnya, tradisi ini adalah benteng pertahanan budaya yang mampu meredam potensi konflik dan memperkuat silaturahmi.

​”Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan warga. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara masyarakat dengan aparat. Kami dari Koramil sangat mendukung tradisi yang mampu menjaga kerukunan seperti ini,” ujar Peltu Suyanto.

​Rangkaian acara berjalan tertib, dimulai dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan sambutan-sambutan formal. Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mudin Desa Jono, Jayus, yang kemudian ditutup dengan tradisi ramah tamah serta makan bersama dari hasil tumpeng yang dibawa warga.

​Melalui Sedekah Bumi ini, warga Dusun Tugu membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, nilai-nilai gotong royong dan keharmonisan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga memperkokoh hubungan antarmanusia.​(Pen0817/Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *