TUBAN || JDN -Kepolisian Resor (Polres) Tuban menunjukkan taringnya dalam memberantas penyakit masyarakat. Selama 12 hari pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, Korps Bhayangkara ini berhasil mengungkap puluhan kasus, jauh melampaui target yang ditetapkan oleh Polda Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Sanika Satyawada Mapolres Tuban, Kamis (12/03/2026). Didampingi Kasat Reskrim AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, Kasat Narkoba AKP Harjo, dan Kasi Humas Iptu Siswanto, Kapolres memamerkan deretan barang bukti serta para tersangka.
Kapolres Tuban mengungkapkan bahwa capaian pengungkapan kasus kali ini sangat signifikan. Dari target awal yang dibebankan oleh Polda Jatim sebanyak 7 kasus, Polres Tuban beserta Polsek jajaran justru berhasil mengamankan 55 kasus.
”Kami berhasil melakukan pengungkapan sebanyak 55 kasus, atau naik sebesar 350% dari target yang ditentukan. Kenapa bisa melebihi target? Karena banyak kejadian yang berhasil terungkap justru saat operasi Pekat tersebut sedang berlangsung di lapangan,” tegas AKBP Alaiddin.
Operasi yang berlangsung sejak 25 Februari hingga 8 Maret 2026 ini menyasar berbagai penyakit masyarakat yang meresahkan. Dari total 55 kasus, polisi mengamankan 58 tersangka (46 laki-laki dan 12 perempuan).
Berikut adalah rincian pengungkapan perkara selama operasi berlangsung Minuman keras 40 Kasus 40 Tersangka (Tipiring), Perjudian Konvensional 5 Kasus 8 Tersangka, Prostitusi 5 Kasus 5 Tersangka, Perjudian Online 3 Kasus 3 Terangka, Narkoba 2 Kasus 2 Tersangka.
Menutup keterangannya, AKBP Alaiddin memberikan peringatan kepada masyarakat Kabupaten Tuban untuk mempertebal kewaspadaan, terutama mengingat momen mudik Lebaran atau Idul Fitri 1447 H yang segera tiba.
Peningkatan aktivitas masyarakat di ruang publik maupun rumah yang ditinggal mudik menjadi celah bagi pelaku kejahatan.
”Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk ancaman kejahatan. Kita tidak bisa memprediksi secara pasti apa yang akan terjadi ke depan, maka pencegahan adalah kunci utama,” tutup Kapolres.(MLDN)














