Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Kuartet Pengedar Sabu Wonosari Digulung, Polisi Buru Pemasok Utama asal Madura

×

Kuartet Pengedar Sabu Wonosari Digulung, Polisi Buru Pemasok Utama asal Madura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA || JDN – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil membongkar sindikat peredaran gelap narkotika jenis sabu yang beroperasi di kawasan Jalan Wonosari, Surabaya. Dalam operasi tersebut, empat orang tersangka yang berperan sebagai pengedar berhasil diringkus beserta puluhan paket sabu siap edar.

​Keempat tersangka yang kini mendekam di sel tahanan masing-masing berinisial AM (43), N (32), ADF (19), dan M (31). Dari tangan mereka, petugas menyita barang bukti berupa 31 poket sabu dengan berat kotor total 15,80 gram.

Example 300x600

​Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan pada Rabu (1/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas menggerebek sebuah rumah di Jalan Wonosari yang diduga kuat menjadi titik transit dan pengemasan barang haram tersebut.

​”Kami amankan sabu tersebut sudah dalam kemasan siap edar,” ujar AKP Adik Agus Putrawan saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4).

​Hasil pendalaman penyidik mengungkap bahwa barang haram tersebut disuplai oleh seorang bandar berinisial MM yang saat ini telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

​Tersangka utama, AM, mengaku mendapatkan suplai dengan cara bertransaksi langsung di pinggir Jalan Raya Bringin, Kabupaten Bangkalan, Madura. Ia membeli sabu sebanyak 10 gram seharga Rp 6,5 juta.

​”Pengakuannya bertemu langsung dengan MM di pinggir jalan,” tambah AKP Adik.

​Setelah barang didapat, AM dibantu oleh N dan ADF memecah sabu menjadi kemasan poket kecil. Selanjutnya, distribusi di lapangan dilakukan oleh ADF dan M.

​Berdasarkan pemeriksaan intensif, jaringan ini diketahui telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan. Mereka menyasar pangsa pasar kelas menengah ke bawah dengan menjual paket hemat seharga Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu.

​Bisnis haram ini tergolong menggiurkan bagi para pelaku. Mereka mampu meraup keuntungan bersih mencapai Rp 2 juta untuk setiap lima gram sabu yang terjual. Tak hanya mengejar materi, para pelaku juga mengakui kerap mengonsumsi sabu secara cuma-cuma dari stok yang mereka edarkan.

​Selain menyita 31 poket sabu, polisi juga mengamankan uang tunai sejumlah Rp 2,9 juta yang diduga kuat merupakan uang hasil transaksi.

​Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif 

terhadap MM guna memutus mata rantai pasokan narkotika ke wilayah Surabaya Utara.

​”Kami saat ini masih menyelidiki MM, pengedar yang memasok sabu pada jaringan ini,” pungkasnya.(MLDN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *