Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Krisis Air Bersih: Khofifah Pasok Bantuan ke Sampang dan Dorong Solusi Jangka Panjang

×

Krisis Air Bersih: Khofifah Pasok Bantuan ke Sampang dan Dorong Solusi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG || JDN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung warga terdampak kekeringan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih dan kebutuhan pokok di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Kamis (17/9/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Timur.

​Dalam kunjungan tersebut, Khofifah hadir mendampingi Bupati Sampang H. Slamet Junaidi beserta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran jajaran pemerintah provinsi ini disambut antusias oleh warga setempat yang selama beberapa bulan terakhir mengalami krisis air bersih.

​Khofifah mengungkapkan, fenomena kekeringan tahun ini telah mendorong sedikitnya 24 kabupaten/kota di Jawa Timur menetapkan status kedaruratan kekeringan melalui keputusan kepala daerah masing-masing.

​”Masing-masing kabupaten dan kota sudah mengintervensi kebutuhan air bersihnya. Jadi kehadiran kami sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan dan melapisi dari yang sudah dilakukan oleh kabupaten dan kota,” ujar Khofifah di sela-sela peninjauan.

​Selain dropping air bersih, Pemprov Jatim turut menyalurkan bantuan logistik kebutuhan pokok. Khofifah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi untuk memperkuat penanganan krisis di tingkat daerah.

​”Pada dasarnya ini adalah fungsi komplementaritas. Yang sudah dilakukan oleh Bapak Bupati Sampang, kita menambahkan dan melapisi,” tegasnya.

​Menariknya, di tengah kepungan kemarau ekstrem, Khofifah sempat mengusulkan menggelar salat istisqa untuk memohon hujan. Namun, usulan tersebut mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi warga lokal yang saat ini sedang memasuki masa panen tembakau.

​”Di beberapa titik saya sudah usul untuk salat istisqa. Tapi rupanya di sini sedang panen tembakau. Kalau turun hujan, kualitas tembakaunya nanti kurang maksimal,” ungkap Khofifah.

​Guna menyikapi ancaman kekeringan berulang setiap tahun, Pemprov Jatim mendorong solusi permanen melalui pemetaan titik potensi air dan pembangunan sumur bor secara terukur. 

Kendati demikian, Khofifah menyebut kajian teknis mendalam sangat mendesak karena struktur geologi tanah di tiap wilayah berbeda-beda.

​Ia mencontohkan kendala teknis yang pernah terjadi di daerah lain saat pencarian sumber air bersih. “Bahkan ada lokasi di Pasuruan yang pengeborannya mencapai 200 meter namun masih menemukan batu, dengan 19 mata bor mengalami kerusakan,” paparnya.

​Jika sumber air yang memadai berhasil ditemukan di sekitar lokasi terdampak, pemerintah siap membangun infrastruktur jaringan perpipaan.

​”Kita pernah melakukan itu di banyak tempat. Kalau sumber airnya cukup, bisa ditarik sampai 17 kilometer,” jelas Khofifah. 

Sementara terkait opsi pembangunan embung atau waduk penampung air, ia memastikan pihak teknis akan melakukan assessment terlebih dahulu untuk menentukan kelayakan lokasi. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *