GRESIK || JDN – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar Roudloh Gresik resmi memulai rangkaian Bimbingan Manasik Haji Tahun 1447 H / 2026 M. Kegiatan perdana ini dipusatkan di Pondok Pesantren Darut Taqwa, Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, pada Minggu (04/01).
Sebanyak 270 calon jamaah haji mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebagai fondasi utama untuk memastikan jamaah memiliki kesiapan menyeluruh—mulai dari pemahaman syariat (fikih haji) hingga ketahanan fisik dan mental sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat kewilayahan dan tokoh agama, menunjukkan dukungan kuat terhadap kelancaran ibadah haji tahun ini. Hadir di lokasi antara lain:
Arditra Risdiansah, S.T. (Camat Wringinanom)
Kapten Inf Iwan Hadi, S.H. (Danramil 0817/02 Wringinanom)
Tulus (Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik)
Suhud Suyudi, M.Pd. (Kepala KUA Wringinanom)
KH. Ahmad Tohurin, S.H. (Ketua KBIHU Ar Roudloh)
H. Sutrisno, S.Pd. (Kepala Desa Sooko)
Dalam sambutannya, Danramil 0817/02 Wringinanom, Kapten Inf Iwan Hadi, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KBIHU Ar Roudloh. Ia menekankan bahwa aspek non-teknis seperti kedisiplinan sangat krusial di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.
“Bimbingan manasik haji ini merupakan tahapan penting dalam membekali para calon jamaah, baik dari aspek pemahaman ibadah maupun kesiapan mental dan kedisiplinan. Diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan,” tegas Kapten Inf Iwan Hadi.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian materi tarbiyah, serta pengarahan dari pihak Kemenag Gresik. Fokus utama bimbingan tahun ini adalah menciptakan Jamaah Haji Mandiri, yang mampu melaksanakan rukun dan wajib haji secara benar tanpa ketergantungan penuh pada pembimbing di lapangan.
Ketua KBIHU Ar Roudloh, KH. Ahmad Tohurin, berharap melalui bimbingan yang intensif ini, para jamaah tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual. Target akhirnya adalah mencetak jamaah yang mampu meraih predikat haji mabrur serta menjadi teladan positif bagi masyarakat setibanya kembali di tanah air.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya perjalanan panjang spiritual para calon tamu Allah asal Kabupaten Gresik tersebut. (Pen0817).(Yanti)








