Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Antisipasi Cuaca Buruk, Satpolairud Polres Gresik Ingatkan Nelayan Ujungpangkah Utamakan Keselamatan

×

Antisipasi Cuaca Buruk, Satpolairud Polres Gresik Ingatkan Nelayan Ujungpangkah Utamakan Keselamatan

Sebarkan artikel ini

​GRESIK || JDN – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik memperketat pembinaan keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir. Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di perairan utara Jawa, petugas mengimbau nelayan di Kecamatan Ujungpangkah untuk tidak memaksakan diri melaut saat gelombang tinggi.

​Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sambang Tokoh Nelayan yang dipimpin Kasat Polairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Arditha, di pesisir Pantai Desa Sidorejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Kamis (24/9/2026) siang.

​Forum dialogis tersebut dihadiri Danpal X-1017, Bintara Penegakan Hukum (Ba Gakkum), Ketua HNSI Gresik Hj. Samaun, Ketua Pokmaswas Ujungpangkah, serta para Ketua Rukun Nelayan (RN) dari Desa Sidorejo, Campurejo, Mulyorejo, Rejodadi, Cabean, Mojokopek, Dalgan, Banyu Urip, hingga Ngimbo.

​Kasat Polairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Arditha, menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama ketimbang hasil tangkapan. Mengingat prakiraan cuaca periode 23–26 September 2026 menunjukkan adanya potensi perubahan kondisi alam yang dinamis, nelayan diminta memeriksa kelayakan armada serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pelayaran.

​“Keselamatan harus menjadi yang utama. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan. Pastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan,” kata AKP I Nyoman Arditha di hadapan para tokoh nelayan.

​Selain masalah teknis keselamatan kapal dan life jacket, Satpolairud Polres Gresik menekankan pentingnya menjaga kondusivitas antarwilayah tangkap. Jika terjadi gesekan atau perselisihan antarnelayan di tengah laut, jalur musyawarah diminta menjadi langkah utama penyelesaian.

​“Kalau ada permasalahan di laut, mari dikomunikasikan dan diselesaikan dengan baik. Yang paling penting, kita bersama-sama menjaga situasi perairan Gresik tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

​Satpolairud Polres Gresik juga membuka layanan aduan cepat jika masyarakat menemukan indikasi tindak pidana perairan atau membutuhkan pertolongan darurat (Search and Rescue). Nelayan dapat memanfaatkan Call Center Polri di nomor 110 atau layanan pesan instan WhatsApp di nomor 0811-8800-2006.

​Melalui pendekatan dialogis ini, Kepolisian berharap sinergi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) terus terbangun, sehingga iklim kerja nelayan di Kabupaten Gresik tetap aman, tertib, dan produktif. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *